Berita

Najib Razak dan Mahathir Mohamad/BBC

Dunia

Menakar Potensi Kemenangan Mahathir Mohamad Di Pemilu Malaysia

RABU, 09 MEI 2018 | 09:38 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Jutaan pemilih di Malaysia menggunakan hak suaranya dalam pemilu hari ini (Rabu, 9/5).

Dalam pemilu kali ini, pemimpin oposisi Mahathir Mohamad akan berhadapan dengan koalisi Barisan Nasional (BN) pimpinan PM Najib Razak.

Warga Malaysia akan memilih 222 anggota parlemen serta anggota dewan negara di 12 dari 13 negara bagian.


Malaysia menggunakan sistem first past the post electoral di mana partai yang mendapatkan kursi terbanyak di parlemen menang sekalipun tidak memenangkan suara populer.

Pemilu kali ini menjadi sorotan karena kehadiran Mahathir Mohammad sebagai pesaing Najib

Dalam sejarah perpolitikan Malaysia, kemenangan oposisi belum pernah terjadi sebelumnya di Malaysia, di mana BN telah memerintah selama 61 tahun.

Politik Malaysia telah didominasi sejak kemerdekaan oleh koalisi BN dan partai utamanya, United Malays National Organization (UMNO).

Namun koalisi yang dulu kuat ini telah mengalami penurunan popularitasnya.

Dalam pemilihan terakhir, pada tahun 2013, oposisi membuat keuntungan yang belum pernah terjadi sebelumnya, yakni memenangkan suara populer, tetapi gagal memenangkan kursi yang cukup untuk membentuk pemerintahan.

Dalam peristiwa dramatis, pemimpin oposisi Anwar Ibrahim dijatuhi hukuman lima tahun penjara atas tuduhan sodomi Anwar menyebut bahwa tuduhan itu merupakan bagian dari kampanye politik.

Sementara Mahathir, perdana menteri terlama di negara itu yang pernah menjadi bagian integral dari BN, dan seorang mentor untuk Najib di masa lalu, meninggalkan koalisi pada tahun 2016. Namun kini dia memimpin koalisi oposisi Pakatan Harapan.

Najib sendiri telah terlibat dalam skandal korupsi di mana dia dituduh mengantongi sekitar USD 700 juta dari 1Malaysian Development Berhad, dana investasi negara. Dia dengan keras membantah semua tuduhan tersebut. [mel]

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai untuk Bangun Ekonomi

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:16

7 Cara Mencegah ISPA saat Musim Kemarau

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:10

ITDC Buka Suara soal Laporan Dugaan Korupsi PPK Mandalika ke KPK

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:07

Nadiem Apresiasi Mahasiswa yang Turun ke Jalan

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:04

Usulan Penderita TB Jadi Penerima MBG Harus Dikaji Matang

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:01

Kemenkeu Belum Berminat Miliki Saham BEI

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:59

Tiga Pejabat Bea Cukai Segera Diadili Gegara Terima Suap dan Gratifikasi Rp71 Miliar

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:53

Update Harga iPhone Terbaru di Indonesia 22 Juni 2026

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:49

Kuasa Hukum Sulaiman Minta Komnas HAM Awasi Dugaan Kriminalisasi

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:45

Joko Anwar Umumkan Pengabdi Setan 3 Akan Tayang 2027

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:32

Selengkapnya