Berita

Nasaruddin Umar/Net

Makna Spiritual Isra Miraj (25)

Tantangan Mi’raj: Terlalu Banyak Bicara

RABU, 09 MEI 2018 | 09:12 WIB | OLEH: NASARUDDIN UMAR

PENDAKIAN menuju maqam tertinggi membutuhkan ketenangan, keheningan, dan kevakuman. Terlalu banyak bicara bisa menye­dot energi spiritual ke level bawah, bukannya ke level lebih tinggi. Memang bicara adalah hak paling mendasar yang dimiliki manusia. Islam mengharuskan umatnya bicara, sungguhpun yang dibicara­kan itu pahit, sebagaimana sabda Nabi: "Ka­takanlah meskipun itu pahit". Namun bicara yang melampaui batas, selain akan terancam penderitaan di dunia juga neraka di akhirat. Hampir separoh penyesalan dalam hidup ter­jadi karena mulut, yakni bicara yang tak terk­endalikan. Hampir separoh dosa yang lahir dari mulut. Hampir setiap hari mulut kita menelan korban. Membicarakan aib orang lain, berbo­hong, mengumpat, menyindir, memfitnah, kritik berlebihan, mengutuk, memaki, berkata kotor dan keji, guyon berlebihan, mengejek, mener­tawakan, menyebarkan rahasia, mengungkap­kan amarah, menghujat dan menghasut, men­gadudomba, pertengkaran, pembicaraan batil, sumpah palsu, dan ketawa yang mabuk, sudah barangtentu akan membawa penyesalan dan dengan akibatnya lebih jauh.

Yang termasuk bicara di sini ialah menggunakan pena, computer, body language, dan alat komunikasi lainnya yang menyampaikan pe­san berlebihan, seperti halnya dalam bentuk lisan tadi. Segala sesuatu yang berlebihan ber­potensi membawa malapetaka yang menyedi­hkan. Sebelum neraka akhirat, neraka dunia sudah banyak dialami bagi mereka yang ter­lalu banyak bicara atau tidak mengontrol pem­bicaraannya. Sehubungan dengan ini, Rasu­lullah Saw memperingatkan kita: "Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka hendaklah ia berkata benar atau lebih baik diam". "Apabila kamu melihat orang muk­min pendiam lagi berwibawa, maka dekatilah ia karena ia akan mengajarkan hikmah". "Ter­masuk bagusnya keislaman seseorang ada­lah meninggalkan apa yang tidak penting bag­inya". "Maukah aku ajarkan kepadamu amal yang ringan dikerjakan badan tetapi berat da­lam timbangan? Dijawab oleh sahabat Ya, lalu Rasulullah menjawab: Yaitu diam, bagus budi pekerti, dan meninggalkan apa yang tidak pent­ing bagimu". "Kebahagiaan itu bagi yang mena­han kata-kata dari lidahnya, dan menginfakkan kelebihan dari hartanya".  "Kebahagiaan itu bagi yang menahan kata-kata dari lidahnya, dan menginfakkan kelebihan dari hartanya". "Kata­kanlah perkataanmu dan janganlah kamu digo­da syaitan".

Orang-orang yang banyak berbicara dalam arti pembicaraan yang tidak berguna dan malah merugikan orang lain maka sebaiknya dihindari untuk menjadikannya sebagai sahabat karib. Ini sesuai dengan apa yang diisyaratkan Allah Swt dalam Al-Qur’an: "Maka janganlah kamu duduk beserta mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian), tentulah kamu serupa dengan mereka.)" Q.S. al-Nisa'/4:140). Jika kita bersahabat dengan mereka sudah ba­rang tentu akan menyedot kita ke dalam energy negative, pada saatnya membuat diri kita ter­libat ke dalam berbagai masalah. Sebaliknya jika kita bersahabat dengan orang-orang arif bi­jaksana maka kita juga akan tersedot ke dalam energy positif, yang pada saatnya akan menda­tangkan hikmah positif.


Dalam kehidupan kita sehari-hari banyak sekali orang meninggalkan akhlak berbicara. Mereka tidak lagi memiliki tenggang rasa, se­olah-olah tidak memiliki nurani yang meneran­gi batinnya di dalam mengarungi perjalanan hidup. Akibtnya ia menabrak atau ditabrak. Te­gasnya orang yang banyak bicara tanpa ter­program dan terkontrol akan mengalami ban­yak penyesalan hidup. Kita perlu menegaskan pada diri sendiri: "Biarkanlah orang lain korban tetapi jangan pernah melalui mulut kita". Su­lit dibayangkan seseorang bisa melejit ke langit selama masih bergelut dengan urusan bumi. 

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

UPDATE

Jusuf Kalla: Konflik Timteng Berpotensi Tekan Ekonomi Global dan Indonesia

Jumat, 13 Maret 2026 | 04:19

Permohonan Restorative Justice Rismon Menggemparkan

Jumat, 13 Maret 2026 | 04:07

Reset Amerika

Jumat, 13 Maret 2026 | 04:01

Sinopsis One Piece Season 2 di Netflix Petualangan Baru Luffy di Grand Line

Jumat, 13 Maret 2026 | 03:32

Rismon Ajukan RJ, Ahmad Khozinudin: Label Pengkhianat akan Abadi

Jumat, 13 Maret 2026 | 03:23

BPKH Bukukan Aset Konsolidasi Rp238,99 Triliun hingga Akhir 2025

Jumat, 13 Maret 2026 | 03:08

ICWA Minta RI Kaji Lagi soal Gabung Board of Peace

Jumat, 13 Maret 2026 | 03:00

Rismon Siap Dicap Pengkhianat Usai Minta Maaf ke Jokowi

Jumat, 13 Maret 2026 | 02:24

Indonesia Diminta Aktif Dorong Perdamaian Timteng

Jumat, 13 Maret 2026 | 02:07

KPK Sita Aset Rp100 Miliar Lebih dari Skandal Kuota Haji Era Yaqut

Jumat, 13 Maret 2026 | 02:04

Selengkapnya