Berita

Foto: Net

Bisnis

Rumah Zakat Kokohkan Rumah Berdaya Saat Ramadhan 2018

RABU, 09 MEI 2018 | 07:21 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Rumah Zakat mengusung tema Ramadhan Berdaya dalam bulan puasa tahun ini. Ramadhan akan dijadikan untuk mengokohkan program Desa Berdaya melalui bantuan agar warga menjadi mandiri.

Direktur Marketing Rumah Zakat, Irvan Nugraha menjelaskan bahwa program ini merupakan rangkaian program mempercepat berdayanya desa-desa yang didampingi oleh fasilitator pemberdaya rumah zakat.

"Dengan konsep pemberdayaan yang berkelanjutan dan terintegrasi serta kolaborasi dari berbagai pihak, insya Allah target Desa Berdaya akan terwujud," jelasnya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Rabu (9/5).


Senada dengan itu, CEO Rumah Zakat, Nur Efendi menjelaskan bahwa pihaknya tengah fokus dalam Program Desa Berdaya di Ramadhan 2018. Atas alasan itu, Rumah Zakar mengambil tema Ramadhan Berdaya dalam bulan suci tersebut.

“Salah satu mitra yang vital untuk merealisasikan Desa Berdaya adalah para fasilitator. Kami sebut mereka Relawan Inspirasi. Mereka adalah para pemuda pelopor di wilayahnya, yang menjadi mitra Rumah Zakat untuk menjadi pendamping, pemberdaya, surveyor program, penggerak lingkungan, bahkan menjadi advokat," terangnya.

Hingga pertengahan April 2018 ini, Rumah Zakat telah membina 1.118 Desa Berdaya di 191 Kabupaten dan Kota di Indonesia.

Di bulan Ramadhan 2018, Rumah Zakat telah mempersiapkan sejumlah program istimewa sebagai bagian pemberdayaan masyarakat di Desa Berdaya.

Rumah Zakat memiliki target mendistribusikan program 124.000 paket Berbagi Buka Puasa (BBP), 14.300 paket Kado Lebaran Yatim (KLY), 6.200 Bingkisan Lebaran Keluarga (BLK), 8.850 paket Syiar Quran (SQ), dan 300 penerima manfaat program Janda Berdaya (JB). [ian]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Analis Ungkap 3 Faktor Penentu Reshuffle Kabinet di Era Prabowo Subianto.

Sabtu, 18 April 2026 | 09:43

Harga BBM Non Subsidi Naik, Perrtamax dan Dexlite Nyaris Rp24 Ribu per Liter

Sabtu, 18 April 2026 | 09:18

Menuju Kuartal II-2026: Sektor Furnitur Siap Ambil Alih Kendali Pertumbuhan

Sabtu, 18 April 2026 | 09:08

Harga Emas dan Perak Kompak Menguat di Penutupan Pekan

Sabtu, 18 April 2026 | 08:47

Trump Kembali Kecam NATO, Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan di Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 08:30

Harga Minyak Anjlok setelah Hormuz Dibuka

Sabtu, 18 April 2026 | 08:17

Wall Street Hijau: Nasdaq Terbang Tinggi

Sabtu, 18 April 2026 | 08:03

Sempat Viral, Ini Fakta di Balik Visual Balita pada Kemasan AMDK

Sabtu, 18 April 2026 | 07:55

Bursa Eropa Menghijau Efek Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 07:41

Hormuz Dibuka tapi AS Tetap Menekan Iran

Sabtu, 18 April 2026 | 07:18

Selengkapnya