Berita

Donald Trump/Net

Global

Klaim AS Soal Upaya Perdamaian Semenajung Korea Menyesatkan

SENIN, 07 MEI 2018 | 09:55 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk melakukan tekanan politik dan sanksi maksimum kepada Korea Utara bukanlah alasan yang mendorong Pyongyang ke meja perundingan.

Begitu penegasan yang disampaikan jurubicara Kementerian Luar Negeri Korea Utara dalam kabar yang dimuat kantor berita KCNA akhir pekan kemarin. Pernyataan tersebut dibuat untuk meluruskan klaim menyesatkan mengenai hal tersebut.

Pernyatana tersebut dikeluarkan jelang beberapa minggu sebelum Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un diperkirakan akan mengadakan pertemuan puncak pertama mereka.


KCNA mengutip jurubicara tersebut memperingatkan bahwa klaim tersebut adalah upaya berbahaya untuk merusak perkembangan situasi yang sedang terjadi di semenanjung Korea pasca KTT Korut-Korsel akhir April kemarin.

Pada KTT tersebut, pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menyetujui sejumlah tindakan yang bertujuan untuk meningkatkan hubungan Utara-Selatan dan mengindikasikan dia bersedia untuk membahas denuklirisasi semenanjung itu, meskipun apa yang akan diperlukan dan kondisi apa yang diperlukan Korut belum dijelaskan.

Di tengah situasi tersebut, Trump dan pejabat senior Amerika Serikat telah berulang kali mengklaim bahwa kebijakan keras Washington terhadap Korea Utara, bersama dengan tekanan pada mitra dagang utamanya China, telah memainkan peran yang menentukan dalam membalikkan situasi yang sangat tegang.

"Amerika Serikat dengan sengaha memprovokasi Korea Utara pada saat situasi di Semenanjung Korea bergerak menuju perdamaian dan rekonsiliasi," kata juru bicara tersebut seperti dimuat ulang CBS News. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Gibran Mundur Saja

Selasa, 03 November 2026 | 04:20

Investasi Jakarta Tembus Rp249,3 Triliun

Selasa, 03 November 2026 | 04:08

MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo

Selasa, 03 November 2026 | 03:17

DJP Buka-bukaan soal Pajak Digital yang Disebut Hashim

Selasa, 03 November 2026 | 03:05

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Putusan MA soal Suket Gibran Jadi Momentum Akhiri Bayang-Bayang Jokowi

Selasa, 03 November 2026 | 02:13

Sikap Responsif Kapolri Pulihkan Kepercayaan Masyarakat

Selasa, 03 November 2026 | 02:05

RI Pamer Latihan Militer Gabungan Tiga Bidang di Forum Pertahanan ASEAN

Selasa, 03 November 2026 | 01:40

Anies Temui Seniman Iman Soleh di Bandung, Ini Kisahnya

Selasa, 03 November 2026 | 01:29

PAM Jaya Sumbang Dividen Rp257 Miliar

Selasa, 03 November 2026 | 01:07

Selengkapnya