Berita

Foto: Net

Dunia

Varian Kopi Indonesia Mulai Dikenalkan Di Doha

MINGGU, 06 MEI 2018 | 23:48 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Indonesia merupakan salah satu produsen terbesar kopi di dunia dengan berbagai varian kopi yang tersebar berdasarkan geografis lokasinya. Setidaknya lebih dari 30 jenis kopi yang tersebar di Indonesia dan penting untuk dapat diketahui oleh dunia, tidak terkecuali di Qatar

Begitu kata Presiden Indonesia Qatar Business Council (IQBC), Hendra Hartono dalam acara Indonesian Coffee Culture 2018 yang bekerjasama Flat White Coffee House di kawasan elit The Pearl, Doha, Rabu (2/5) lalu.

Menurutnya, kopi merupakan bagian dari sejarah panjang yang dimulai sejak kolonial Belanda tiba di Indonesia. Dengan produksi sebesar 600.000 metrik ton setahun, produk kopi terus berkembang dan jumlah kebun kopi semakin bertambah sejalan dengan tingginya permintaan pada pasar domestik.


"Importir terbesar kopi Indonesia saat ini dari Amerika Serikat, Jepang dan Eropa. Negara Teluk juga telah mengenal kopi Indonesia khususnya Dubai dan Saudi Arabia namun masih sedikit di Qatar. Untuk itulah, kami ingin mengenalkan kopi Indonesia di sini," ujar pelaku usaha yang juga pendiri TSP corporation tersebut.

Sejak terbentuk pada tahun 2017, IQBC berhasil menghimpun dan mewadahi para pengusaha untuk berbisnis di Qatar.

IQBC akan menyelenggarakan pameran berbagai produk unggulan Indonesia pada Pameran Indoqatar Expo yang diselenggarakan pada akhir tahun 2018 yang bekerjasama dengan  pelaku usaha Qatar.

Menurut staf KBRI Doha, Boy Dharmawan, KBRI Doha turut menggalakan promosi produk unggulan termasuk kopi dalam berbagai pameran Internasional di Qatar.

Bahkan untuk mempopulerkan kopi luwak, dalam pameran kopi di Qatar, "My Coffe My Identity", stand Indonesia memamerkan binatang luwak hidup sehingga menyedot perhatian masyarakat mancanegara.

"Dalam setiap promosi seni budaya dan kuliner "Wonderful Indonesia", KBRI Doha kerap mempromosikan produk kopi sebagai salah satu produk andalan," tegasnya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Minggu (6/5).

Adapun dalam acara coffee cupping, para pengunjung juga terlibat dengan menyaksikan bagaimana biji kopi digerus  lalu ditempatkan ke dalam beberapa cangkir. Peserta diminta mencium aroma dari setiap cangkir. Kemudian kopi diseduh dengan air panas suhu sekitar 100 derajat Celcius sehingga muncul crust di lapisan paling atas setiap cangkir.

Peserta juga mencium aroma untuk  5 jenis kopi unggulan Indonesia yaitu Aceh Gayo, Java Preanger Jawa Barat, Bali  Kinamani dan Taroja Sulawesi. [ian]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Analis Ungkap 3 Faktor Penentu Reshuffle Kabinet di Era Prabowo Subianto.

Sabtu, 18 April 2026 | 09:43

Harga BBM Non Subsidi Naik, Perrtamax dan Dexlite Nyaris Rp24 Ribu per Liter

Sabtu, 18 April 2026 | 09:18

Menuju Kuartal II-2026: Sektor Furnitur Siap Ambil Alih Kendali Pertumbuhan

Sabtu, 18 April 2026 | 09:08

Harga Emas dan Perak Kompak Menguat di Penutupan Pekan

Sabtu, 18 April 2026 | 08:47

Trump Kembali Kecam NATO, Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan di Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 08:30

Harga Minyak Anjlok setelah Hormuz Dibuka

Sabtu, 18 April 2026 | 08:17

Wall Street Hijau: Nasdaq Terbang Tinggi

Sabtu, 18 April 2026 | 08:03

Sempat Viral, Ini Fakta di Balik Visual Balita pada Kemasan AMDK

Sabtu, 18 April 2026 | 07:55

Bursa Eropa Menghijau Efek Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 07:41

Hormuz Dibuka tapi AS Tetap Menekan Iran

Sabtu, 18 April 2026 | 07:18

Selengkapnya