Berita

Politik

Usut Tuntas Kehadiran Brimob Bersenjata Laras Panjang Di Kantor Gerindra Semarang!

MINGGU, 06 MEI 2018 | 16:44 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Kehadiran belasan polisi Brimob bersenjata laras panjang di Kantor DPC Gerindra Kota Semarang dengan tujuan yang tidak jelas, disesalkan. Para pengurus dan kader Gerindra Kota Semarang merasa terintimidasi.

"Parpol tidak boleh diintimidasi dengan cara apa pun. Adanya intimidasi terhadap parpol akan berakibat buruk terhadap proses demokratisasi yang sedang dibangun. Intimidasi dalam skala apa pun bertentangan konstitusi dan undang-undang," ujar Ketua Umum Satuan Relawan Indonesia Raya (Satria Gerindra) Moh. Nizar Zahro dalam keterangan tertulis kepada redaksi, Minggu (6/5).

Dikatakan dia, di era demokrasi, keberadaan partai politik merupakan sebuah keniscayaan, baik sebagai partai penguasa maupun sebagai partai oposisi.


Meskipun keduanya memerankan fungsi yang beda namun hakikatnya sama yakni sebagai tempat menyalurkan aspirasi politik, menyusun agenda kerakyatan dan mengkader para calon pemimpin.

"Gerindra sebagai partai oposisi sangat wajar jika selalu kritis terhadap pemerintah. Gerindra menjalankan fungsi check and balances agar agenda pemerintah tidak menyimpang dari tujuan kerakyatan," katanya.

Kehadiran Brimob di Kantor DPC Gerindra Semarang menurut dia tidak sesuai prosedur. Mestinya jika ada yang dicurigai di Kantor Gerindra cukup dilakukan operasi intelijen.

"Jika ada pelanggaran hukum silahkan dilayangkan surat pemanggilan. Pengiriman Brimob bersenjata lengkap sangat dikhawatirkan menjadi preseden buruk ke depannya," masih kata Nizar.

Polri, lanjut Nizar, sebagai alat negara seharusnya bertindak netral, independenpen, profesional dan proporsional. Sesuai ketentuan, Polri tidak boleh ikut campur dalam politik praktis.

"Kami mendesak Polri untuk bertindak netral dan independen serta tidak terseret dalam alur politik praktis. Kami mendesak Kapolri untuk mengusut dan mengevaluasi kasus Semarang agar tidak terulang kembali," tukas Nizar.[dem]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

Panen Raya TNI, Presiden Prabowo: Saya Bahagia Hari Ini

Jumat, 17 Juli 2026 | 22:57

UPDATE

Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara 2026 Digelar di JCC, Dorong UMKM Naik Kelas

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:25

Jaksa Agung Rotasi 29 Jaksa Termasuk Dirdik Jampidsus

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:05

Bawaslu Mulai Susun Indeks Kerawanan Pemilu 2029

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:00

Refly Harun Kawal Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:45

Max Blumenthal Soroti Ancaman Kebebasan Pers akibat Kemitraan AS-Israel

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:43

OPM Pimpinan Kopitua Heluka Diduga Dalang Pembunuhan Tiga Warga Sipil di Yahukimo

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:39

Pemuda Jabar Peduli Gelar Santunan untuk Korban Pesta Rakyat Garut

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:36

Gus Yahya Siap Bertarung Lagi Pertahankan Kursi Ketum PBNU

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:32

Pakta Integritas Perempuan Bangsa Wujud Totalitas Besarkan PKB

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:30

Wakapolri Ingatkan Perwira Remaja: Satu Tindakan Menyimpang Rusak Kepercayaan Polri

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:21

Selengkapnya