Berita

Protes di Seoul/BBC

Dunia

Ratusan Karyawan Korean Air Gunakan Topeng Protes Kelakuan Keluarga Bos

SABTU, 05 MEI 2018 | 08:56 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Ratusan karyawan Korean Air menggunakan topeng turun ke jalanan ibukota untuk melakukan aksi protes terhadpa pimpinan mereka.

Para pengunjuk rasa tersebut menutupi wajah mereka untuk melampiaskan kemarahan mereka tentang keluarga pengontrol perusahaan.

Aksi itu menarik banyak warga biasa yang lewat tertarik dan ikut ambil bagian dalam aksi. Mereka meneriakkan slogan yang menuntut pengunduran diri ketua maskapai penerbangan, Cho Yang-ho.


Berbagai insiden perilaku buruk telah menempatkan keluarganya di antara orang-orang super kaya yang paling terkenal di negara itu.

Dalam episode terbaru, putrinya yang lebih muda kehilangan kesabarannya dalam sebuah pertemuan.

Cho Hyun-min disebut-sebut melemparkan minuman pada seorang rekannya, manajer agen periklanan.

Beberapa dari mereka bergabung dengan unjukrasa Jumat marah ketika muncul bahwa jaksa telah menolak permintaan polisi untuk menangkapnya atas klaim ada upaya untuk mempengaruhi saksi.

Keluarga pertama kali didorong ke dalam sorotan atas insiden tidak terhormat pada tahun 2014 ketika kakak perempuan Hyun-min, Hyun-ah, secara tidak sengaja menunda penerbangan di atas sebungkus kacang. Dia dipecat dan kemudian menghabiskan lima bulan di penjara.

Awal tahun ini, dia ditunjuk untuk peran eksekutif lain, Namun kembali mengundurkan diri baru-baru ini bersama adik perempuannya.

Polisi sekarang mengatakan mereka juga sedang menyelidiki klaim pelecehan verbal dan fisik oleh ibunya, Lee Myung-hee.

Petugas bea cukai juga melihat pernyataan whistle-blower bahwa selama bertahun-tahun keluarga telah menggunakan penerbangan Korean Air untuk menyelundupkan barang-barang mewah ke dalam negeri sambil menghindari tarif impor. [mel]

Populer

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

UPDATE

Makna Filosofi Lampion Waisak 2026, Simbol Pencerahan, Harapan, dan Kedamaian

Sabtu, 30 Mei 2026 | 11:58

Standarisasi Kemasan Rokok Dinilai Berpotensi Merugikan Pedagang Kaki Lima

Sabtu, 30 Mei 2026 | 11:43

Soal Opini Bahlil yang Sebut Kurban Wajib bagi Setiap Muslim, Ini Respons Komisi Fatwa MUI

Sabtu, 30 Mei 2026 | 11:27

Harga Minyak Dunia Anjlok ke 92 Dolar AS

Sabtu, 30 Mei 2026 | 11:07

Rupiah Melemah, Biaya Liburan di Indonesia Jadi Magnet Wisatawan Mancanegara

Sabtu, 30 Mei 2026 | 10:36

Penyidik Dalami Dokumen Ekspor Sawit, Kasus Under Invoicing Terus Bergulir

Sabtu, 30 Mei 2026 | 10:24

IHSG di Akhir Mei 2026 Tertekan, Asing Net Sell Jumbo Rp8,5 Triliun

Sabtu, 30 Mei 2026 | 10:16

Bukan Sekadar Kurban, Begini Cara Galeri 24 Sampaikan Makna Berbagi di Hari Raya

Sabtu, 30 Mei 2026 | 10:12

Harga Emas Antam Melonjak Rp25.000 di Akhir Mei 2026

Sabtu, 30 Mei 2026 | 10:03

Opini Bahlil di Kompas Disoal: Tidak Tepat Samakan Kurban dengan Zakat Fitrah

Sabtu, 30 Mei 2026 | 09:47

Selengkapnya