Berita

Din Syamsuddin (kanan) di acara HLC-WMS)/Net

Politik

Melalui HLC-WMS, Din Syamsuddin Mendiasporakan Islam Tengahan

KAMIS, 03 MEI 2018 | 21:38 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyambut baik "Bogor Message" yang antara lain berisi tujuh pesan utama penuh makna dan penting seputar nilai Islam Wasathiyah atau Islam Tengahan sebagai arus utama Islam yang membawa misi damai, toleran, ramah, dan rahmatan lil alamin.

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan melalui forum High Level Consultation of World Muslim Scholars on Wasatiyah (HLC-WMS), pesan Bogor memberi suasana optimis dan harapan akan kehadiran Islam dan umat Islam sedunia untuk terwujudnya tatanan kehidupan antarumat beragama, antarwarga, antarbangsa, dan antarsesama umat manusia semesta.

HLC-WMS sendiri diselenggarakan Kantor Utusan Khusus Presiden RI untuk Dialog dan Kerjasama Antaragama dan Peradaban (UKP-DKAAP) di Bogor dan Jakarta pada 1-3 Mei 2018.


Adapun tujuh pesan luhur berwatak tengahan ialah tawasuth (tengahan), itidal (adil proporsional), tasamuh (toleransi), syura (musyawarah), islah (membangun dan perdamaian), qudwah (keteladanan utama), dan muwatonah (keberbangsaan).

Forum dunia yang dipimpin Prof HM Din Syamsuddin dan dibuka oleh Presiden Jokowi itu dihadiri secara luas oleh para ulama, cendekiawan, dan tokoh Islam sedunia. Dalam forum dibahas berbagai isu dan pemikiran tentang Islam Wasathiyah yang sering juga disebut Islam moderat dari aspek konsep sampai implementasinya melibatkan banyak pihak dari dalam maupun luar negeri.

"Melalui forum internasional itu terbuka peluang Islam Wasathiyah untuk terus menyuarakan dan mewujudkan Islam moderat secara nyata dan luas, baik dalam konteks lokal dan nasional maupun di kancah global," kata Haidar dalam keterangan yang diterima redaksi, Kamis (3/5) malam.
 
Dikatakan bahwa dalam konteks pesan-pesan Islam Wasathiyah tersebut peran Din Syamsuddin sebagai penggagas dan pemimpin HLC-WMS sangatlah penting dalam menyambung matarantai dialog antaragama dan antar peradaban yang selama ini telah dirintis lebih dari satu dekade di kancah global maupun nasional melalui World Peace Forum (WPF) dan World Conference on Religion for Peace (WCRP), dimana Din Syamsuddin menjadi tokoh utamanya.

Terakhir melalui CDCC, Din yang juga tokoh Muhammadiyah alumni Gontor, Ciputat, dan Chicago terus menyuarakan dan mendialogkan isu-isu Islam dan pesan agama yang  damai, ramah, dan toleran bersama berbagai tokoh dan kelompok lintas agama.

"Kehadiran Prof Din tampak sekali menonjol. Dia diterima banyak kalangan dan golongan sebagai sosok inisiator dan mediator yang menyuarakan pesan agama berkarakter tengahan untuk semua," kata Haidar.

Melalui HLC-WMS, WPF, WCRP, dan CDCC serta kiprahnya di berbagai forum keagamaan multiaspek, Prof Din menurut Haidar Nashir, telah mendiasporakan Islam Wasathiyah menjadi alam pikiran global dan nasional. Dengan banyak kiprahnya itu tidak heran Ketua Umum PP Muhammadiyah dua periode serta Ketua Umum MUI Pusat satu periode itu memperoleh sejumlah penghargaan internasional yang kini juga mengemban tugas penting dari Pemerintah Indonesia sebagai UKP-DKAAP.

"Di tengah kecemasan publik atas segala bentuk ekstrimisme, radikalisme, dan kekerasan di banyak ranah baik nasional maupun global maka Pesan Bogor 2018 di bawah kepemimpinan HM Din Syamsuddin menjadi sangat penting dan memberi harapan baru bagi masa depan dialog serta tatanan kehidupan damai dan berperadaan mulia," tukas Haidar Nashir.[dem]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Demokrasi Matang dan Tonggak Sejarah Baru di Maroko Pasca-Pemilu 2026

Rabu, 30 September 2026 | 10:27

Komisi IX DPR Dorong Pekerja Platform Digital Masuk RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

Rabu, 30 September 2026 | 10:18

Rupiah Menguat, Intip Proyeksinya Hari Ini

Rabu, 30 September 2026 | 10:07

Prabowo Dorong Rehabilitasi Pengguna Narkoba Berbasis Pendidikan dan Teknologi

Rabu, 30 September 2026 | 10:04

Trump Ganti Istilah AI jadi Super Intelligence

Rabu, 30 September 2026 | 09:50

Dugaan Suap Bela Parahiyangan Investindo Mirip Perkara Summarecon

Rabu, 30 September 2026 | 09:39

Jokowi Sengaja Tunjukkan KTA PSI di Kandang Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 09:36

Jokowi Menyadari Dirinya dan Gibran Sedang Diserang

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Indonesia Usulkan Mekanisme Koordinasi Lintas Negara Berantas Penipuan Daring

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Selengkapnya