Berita

Mohamad Nasir/Net

Politik

Menristekdikti: Dosen Jangan Hanya Asyik Mengajar

KAMIS, 03 MEI 2018 | 04:39 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mendorong agar para dosen meningkatkan kualitasnya.

Dia juga mengatakan seorang dosen harus juga harus melakukan penelitian di bidang yang terkait dan mengabdi kepada masyarakat dengan menerapkan penelitian yang telah dilakukan.

"Syarat jadi dosen minimal harus S2, kalau bisa S3. Selain itu dosen harus meneliti dan mengabdi kepada masyarakat, jangan asik mengajar saja. Dosen merupakan kunci dalam mengembangkan prodi dan mencetak lulusan berkualitas," tegas Nasir dalam keterangannya, Kamis (3/5).


Demikian disampaikan Menristekdikti Mohamad Nasir saat membuka Bimbingan Teknis Peningkatan Karir Dosen di Institut Agama Islam Darussalam (IAIDA) Blokagung, Tegalsari, Banyuwangi, Jawa Timur, akhir bulaln lalu.

Direktur Karir dan Kompetensi SDM Direktorat Jenderal Sumber Daya Iptek Dikti (Ditjen SDID) Bunyamin Mahtuh mengatakan Bimbingan Teknis Peningkatan Karir Dosen merupakan program yang dimiliki Ditjen SDID untuk mengembangkan karir para dosen khususnya karir akademik dan jabatan fungsional.

"Kami memiliki banyak program pendukung untuk peningkatan kompetensi dosen, seperti pelatihan-pelatihan hingga program beasiswa. Bisa dilihat di laman kami sumberdaya.ristekdikti.go.id, di sana banyak beasiswa yang dapat diikuti oleh para dosen PTN maupun PTS," terangnya.

Pada kesempatan yang sama, Menristekdikti juga menemui para santri Pondok Pesantren (Ponpes) Darussalam Blokagung, Tegalsari, Banyuwangi. Dihadapan ratusan santri, dirinya menyampaikan bahwa menjadi santri harus pintar, bekerja keras dan bekerja cerdas, artinya mau belajar dengan sungguh-sungguh.

"Dulu saya juga pernah menjadi santri seperti kalian di sini, jangan sampai berpikir kalau santri tidak bisa menjadi pejabat negara atau menteri, buktinya saya berasal dari pondok pesantren yang sekarang menjadi Menristekdikti. Semua bisa asalkan ada usaha, maka ada jalan," ucap Nasir.

Nasir berpesan, selain mempelajari ilmu agama, santri jangan sampai tidak mempelajari ilmu pengetahuan. "Kalau kalian semua ingin menjadi orang yang sukses, kalian harus jadi santri yang pintar ilmu agama dan ilmu pengetahuannya juga," pesannya.

Di era digitalisasi atau disebut Revolusi Industri 4.0 saat ini, santri tidak boleh ketinggalan oleh perkembangan zaman yang semakin canggih, santri harus mampu menghadapi era digitalisasi.

"Jangan sampai santri-santri di sini malah dimasuki oleh informasi-informasi yang hoax atau tidak benar. Oleh karena itu, santri harus menguasai ilmu pengetahuan yang berkembang dengan pesat," tutur Nasir. [rus]

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

KPK Sita Rp106,3 Miliar dari OTT BPN, Uang Disimpan di Rumah Tangan Kanan Nusron

Selasa, 15 September 2026 | 20:26

Bapera Hormati Proses Hukum Fahd A Rafiq

Selasa, 15 September 2026 | 20:24

Homecoming Festival IKA Unpad 2026 Jahit Harmoni Lintas Generasi

Selasa, 15 September 2026 | 20:11

BNI-Pajakind Integrasikan Layanan Perbankan-Perpajakan Digital untuk UMKM

Selasa, 15 September 2026 | 20:06

Ini Identitas 19 Orang Terjaring OTT KPK di Kasus Kementerian ATR/BPN

Selasa, 15 September 2026 | 20:06

KPK Tahan 8 Tersangka Kasus Suap ATR/BPN, Tangan Kanan Nusron hingga Bos Summarecon

Selasa, 15 September 2026 | 19:58

UOB: Indonesia Punya Tameng Hadapi Guncangan Global, Apa Itu?

Selasa, 15 September 2026 | 19:37

KUHP-KUHAP Baru Perkuat Peran Advokat Dampingi Klien

Selasa, 15 September 2026 | 19:28

Purbaya Terlempar dari Kabinet Diduga Gegara Whoosh

Selasa, 15 September 2026 | 19:17

Pejabat ATR/BPN Terjaring OTT KPK, Wamen Ossy Minta Publik Tak Berspekulasi

Selasa, 15 September 2026 | 19:01

Selengkapnya