Berita

Olly Dondokambey/Net

Nusantara

Gubernur Olly Optimis Terapkan Metode Pendidikan Berbasis Teknologi

RABU, 02 MEI 2018 | 21:35 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey mengajar pendidikan kewarganegaraan layaknya seorang guru di Gedung Wale Ne Tou, Kabupaten Minahasa, Selasa (2/5). Olly mengajar tentang empat pilar kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika di hadapan sepuluh ribuan siswa-siswi SMA/SMK se Sulut.

Selama mengajar, Olly menerangkan bahan pelajaran dengan bahasa lugas dan penyampaian yang mudah dimengerti serta banyak berinteraktif dengan siswa. Gaya mengajar kekinian alias zaman now ini yang membuat para siswa baik yang menyimak langsung di dalam ruangan dan via video conference online di 10 kabupaten dan kota makin bersemangat.

Di hadapan ribuan siswa tersebut, Olly menegaskan pentingnya penguatan nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi NKRI. Pancasila sebagai living ideology yang masih sesuai dengan konteks kekinian bangsa Indonesia. Bahkan setiap tanggal 1 Juni rakyat Indonesia memperingati hari lahirnya Pancasila.


"Pancasila senantiasa harus diyakini kebenarannya, dipelajari, dimengerti dan dipahami serta dipraktikkan dalam kehidupan guna tetap kokoh sebagai living ideology," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi.

Menurut Olly, alasan utama Pancasila harus diyakini kebenarannya karena tidak dapat dipungkiri bahwa dalam beberapa dekade terakhir ini, Pancasila sebagai living ideology bangsa Indonesia mengalami keterpurukan yang ditandai dengan munculnya perilaku masyarakat yang seolah-olah mulai melupakan sejarah lahirnya Pancasila. Oleh karenanya, fungsi Pancasila sebagai pengatur perilaku negara menjadi sangat penting.

"Fungsi Pancasila juga sebagai pengatur perilaku negara, artinya Pancasila merupakan sumber hukum dasar nasional yang secara konstitusional mengatur NKRI beserta seluruh unsurnya, yaitu rakyat, wilayah serta pemerintahan negara," tandasnya.

Lanjut Olly, karena pentingnya peranan Pancasila, Presiden RI Joko Widodo membentuk Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) sekarang jadi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila yang langsung dikomandoi Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri.

"Lembaga ini memegang peranan penting untuk memperkuat pengamalan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, yang terintegrasi dengan program-program pembangunan yakni pengentasan kemiskinan, pemerataan kesejahteraan dan berbagai program lainnya," paparnya.

Usai mengajar, Gubernur Olly menerima piagam dari MURI karena berhasil menciptakan rekor sebagai sebagai gubernur pertama di Indonesia yang mengajar empat pilar kebangsaan melalui siaran langsung ke siswa terbanyak.

Sebelum mengajar, Gubernur Olly juga menjadi Inspektur Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional di Lapangan God Bless Minahasa. Dalam kegiatan yang mengusung tema "Menguatkan Pendidikan dan Memajukan Kebudayaan" ini Olly menyatakan komitmennya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Sulut dengan mensinergikan metode pendidikan dan teknologi. Tenaga pendidik alias guru juga akan dibekali berbagai pelatihan plus aplikasi penunjang proses belajar mengajar.

"Pendidikan sekarang sudah berbasis teknologi. Semua guru nanti dapat mendownload materi pengajaran cukup menggunakan handphone," katanya.

Olly optimis bila metode pendidikan disinergikan dengan kemajuan teknologi, siswa-siswi akan lebih semangat belajar dan menerima materi pengajaran secara optimal.

"Aplikasi ini kan membuat kita lebih siap menghadapi tantangan ke depan," ucapnya.

Menyangkut pendidikan di Sulut, sudah sepatutnya diberikan apresiasi terhadap kemajuan dan prestasi. Apalagi dilihat dari angka partisipasi kasar (APK), bagi SD pada 106,09 persen; SMP 106.93 persen dan SMA 88,22 persen, sedangkan angka partisipasi murni (APM) SD 89,93 persen; SMP 76,19 persen dan SMA 61,97 persen.

Begitu pula angka partisipasi sekolah (APS) usia 7-12 tahun sebesar 98,12 persen; usia 13-15 sebesar 88,50 persen dan usia 16-18 sebesar 68,52 persen.

Angka putus sekolah untuk tingkat SD 0,13 persen, SMP 0,37 persen dan SMA 0,08 persen serta SMK 0,40 persen; sedangkan angka melek huruf sebesar 99,63 persen atau mampu menekan angka buta huruf hingga titik 0,37 persen dengan kontribusi rata-rata bersekolah mencapai 9,09 tahun dan tingkat kelulusan untuk SD mencapai 100 persen kelulusan, SMP 99,99 persen, SMA 99.97 persen, SMK 99,96 persen.

"Angka tersebut menjadi cerminan keberhasilan kinerja kita dalam aspek pemerataan dan perluasan kesempatan memperoleh pendidikan," ungkap Olly. [rus]

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

KPK Sita Rp106,3 Miliar dari OTT BPN, Uang Disimpan di Rumah Tangan Kanan Nusron

Selasa, 15 September 2026 | 20:26

Bapera Hormati Proses Hukum Fahd A Rafiq

Selasa, 15 September 2026 | 20:24

Homecoming Festival IKA Unpad 2026 Jahit Harmoni Lintas Generasi

Selasa, 15 September 2026 | 20:11

BNI-Pajakind Integrasikan Layanan Perbankan-Perpajakan Digital untuk UMKM

Selasa, 15 September 2026 | 20:06

Ini Identitas 19 Orang Terjaring OTT KPK di Kasus Kementerian ATR/BPN

Selasa, 15 September 2026 | 20:06

KPK Tahan 8 Tersangka Kasus Suap ATR/BPN, Tangan Kanan Nusron hingga Bos Summarecon

Selasa, 15 September 2026 | 19:58

UOB: Indonesia Punya Tameng Hadapi Guncangan Global, Apa Itu?

Selasa, 15 September 2026 | 19:37

KUHP-KUHAP Baru Perkuat Peran Advokat Dampingi Klien

Selasa, 15 September 2026 | 19:28

Purbaya Terlempar dari Kabinet Diduga Gegara Whoosh

Selasa, 15 September 2026 | 19:17

Pejabat ATR/BPN Terjaring OTT KPK, Wamen Ossy Minta Publik Tak Berspekulasi

Selasa, 15 September 2026 | 19:01

Selengkapnya