Berita

Politik

Kementerian PANRB Didemo Angkat Pegawai Tetap Negara

RABU, 02 MEI 2018 | 18:58 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Ribuan massa pegawai non PNS yang tergabung dalam Komite Nusantara Aparatur Sipil Negara (KNASN) dan Forum Honorer Kategori 2 Indonesia (FHK2I) turun ke jalan.

Demonstrasi di Kantor Kementerian PANRB, Selasa (2/5), menuntut agar pekerja non PNS di pemerintahan mulai dari sukarelawan, tenaga harian lepas, honorer, kontrak, pegawai tidak tetap, dan pegawai tetap non-PNS, diangkat menjadi pegawai tetap negara.

"Pekerja pelayan publik yang bekerja di pemerintah pusat dan daerah yang telah mengabdi bertahun-tahun dengan status yang tidak jelas, penghasilan juga tidak jelas tanpa perlindungan BPJS. Sehingga, kami meminta agar ada keadilan untuk mereka diangkat menjadi pegawai tetap negara (PNS) dan ada payung hukum melalui Revisi UU ASN yang berkeadilan," kata Ketua umum KNASN Mariani kepada redaksi.


Dia mengatakan Surat Presiden (Surpres) tentang Revisi UU Aparatur Sipil Negara telah dikeluarkan Jokowi setahun yang lalu. Namun hingga kini, tidak ada tindak lanjut dari menteri terkait menyikapi surpres tersebut. Termasuk belum ada Daftar Inventarisasi Masalah(DIM) revisi UU ASN.

Surpres memerintahkan tiga menteri untuk membahas revisi UU Aparatur Sipil Negara (ASN). Tiga menteri ini adalah Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB), Menteri Keuangan (Menkeu), dan Menteri Hukum dan HAM.

"Surpres sudah dikeluarkan oleh Jokowi, dan tinggal Menteri PANRB menjalankan dengan melakukan pembahasan dengan DPR. Kami mendesak agar revisi ASN berkeadilan dapat disahkan pada 2018"," kata Mariani.

"Jika Menteri PANRB sebagai leading sector kepegawaian negara tidak merespon aspirasi pegawai non PNS maka KNASN dan FHK2I akan demo kembali dengan massa lebih besar," sambung dia.[dem]

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya