Berita

Fahira Idris/Net

Politik

Yang Hilang Nyawa, Jangan Dianggap Biasa

RABU, 02 MEI 2018 | 18:37 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Hilangnya nyawa dua anak yang diduga terjadi saat acara pembagian sembako di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (28/2), tidak bisa dianggap sebagai kecelakaan biasa.

Aparat penegak hukum diminta menjadikan kasus tewasnya dua anak ini sebagai prioritas untuk segera diusut.

"Yang hilang itu nyawa, bukan barang atau kenderaan. Jadi tidak boleh dianggap peristiwa biasa," kata Ketua Komite III DPD Fahira Idris dalam keterangan tertulis kepada redaksi, Selasa (2/5).


Dia meminta polisi jangan terlalu mudah menyimpulkan sebab meninggalnya dua anak ini sebelum melakukan pengusutan yang mendalam.

Kasus tersebut, kata Fahira, harus diprioritaskan penegak hukum karena korbannya anak-anak yang diberi perlindungan khusus oleh undang-undang.

"Saya sendiri akan kawal kasus ini sampai keluarga korban mendapat keadilan," imbuhnya.

Menurut Senator Jakarta ini, dugaan pelanggaran dan kelalaian menjadi pintu masuk untuk mengusut meninggalnya dua anak ini. Jika dalam pengusutan ditemukan ada unsur kesalahannya atau kelalaian yang mengakibatkan dua anak ini meninggal, harus ada yang bertanggung jawab di mata hukum.

"Kasus ini sudah jadi perhatian publik, jadi mohon diusut dengan proporsional," tukas Ketua Umum Ormas Kebangkitan Jawara dan Pengacara (Bang Japar) ini.[dem]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Demokrasi Matang dan Tonggak Sejarah Baru di Maroko Pasca-Pemilu 2026

Rabu, 30 September 2026 | 10:27

Komisi IX DPR Dorong Pekerja Platform Digital Masuk RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

Rabu, 30 September 2026 | 10:18

Rupiah Menguat, Intip Proyeksinya Hari Ini

Rabu, 30 September 2026 | 10:07

Prabowo Dorong Rehabilitasi Pengguna Narkoba Berbasis Pendidikan dan Teknologi

Rabu, 30 September 2026 | 10:04

Trump Ganti Istilah AI jadi Super Intelligence

Rabu, 30 September 2026 | 09:50

Dugaan Suap Bela Parahiyangan Investindo Mirip Perkara Summarecon

Rabu, 30 September 2026 | 09:39

Jokowi Sengaja Tunjukkan KTA PSI di Kandang Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 09:36

Jokowi Menyadari Dirinya dan Gibran Sedang Diserang

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Indonesia Usulkan Mekanisme Koordinasi Lintas Negara Berantas Penipuan Daring

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Selengkapnya