Berita

Hasto/Net

Politik

PDIP: Kualitas Dan Kesejahteraan Guru Harus Meningkat 


RABU, 02 MEI 2018 | 11:12 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

Ki Hadjar Dewantara, yang merupakan tokoh pendiri Taman Siswa, dikenal sangat dekat dengan Bung Karno.

Bahkan sebelum wafat, Ki Hadjar Dewantara berpesan kepada Bung Karno agar gelora Taman Siswa terus hidup, bersemi dan berkembang di Indonesia Raya, sebagai metode pendidikan yang menekankan pada rasa cinta Tanah Air; cinta kebudayaan nusantara; dan cinta pada alam lingkungan hidup. Dalam Taman Siswa juga diajarkan dasar kepemimpinan dan bagaimana membangun teladan dalam kehidupan yang berpijak pada budaya bangsa.

Karena itu, terkait dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional, PDI Perjuangan mengajak seluruh warga bangsa agar mengembalikan ingatan Taman Siswa sebagai metode pendidikan khas Indonesia. Banyak tokoh dan seniman besar lahir dari Taman Siswa seperti Seniman Betawi Benyamin S, Butet Kertaradjasa, Ateng, dan tokoh pendidikan ternama Ki Said Reksohadiprodjo.


"Dari Taman Siswa kita belajar bagaimana sebuah pendidikan bisa membangun kehidupan dengan dasar paling awal "kesadaran cinta Tanah Air", dan dari sinilah konsep sebuah bangsa bisa dibangun," kata Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto beberapa saat lalu (Rabu, 2/4).

Hasto menegaskan, dengan berbagai persoalan pembelahan identitas yang mengikis rasa persatuan sebagaimana terjadi saat ini, maka sangat diperlukan pendidikan kebangsaan. Pendidikan kebangsaan ini berpijak pada rasa cinta tanah air, budi pekerti, dan berorientaai bagi lahirnya manusia unggul lahir dan batin sebagaimana menjadi ciri Taman Siswa.

“Pendidikan Indonesia harus mampu menjebol berbagai paham sektarian, radikalisme, dan berbagai hal yang bertentangan dengan Pancasila. Politik pendidikan harus mencerdaskan kehidupan bangsa, membangun peradaban, dan melahirkan kesadaran menjadi manusia yang bertanggung jawab, sebab pendidikan adalah alat pembebasan dari berbagai keterbelakangan," ungkapnya.

Hasto menambahkan, PDI Perjuangan memberi dukungan terhadap upaya pengembangan platform pendidikan digital seperti ruang guru, coursera, dan lain-lain. Partai menjadi pendorong pembaharuan dan penggerak intelektualitas di tengah-tengah masyarakat. Dengan platform digital, maka pendidikan untuk semua yang berkeadilan dapat dihadirkan.

"PDI Perjuangan berharap agar kualitas guru terus dapat ditingkatkan. Kaum guru mesti digerakkan, diperhebat kualitasnya, dan ditingkatkan kesejahteraannya. Guru harus direkrut dari tenaga-tenaga pendidik yang paling hebat dan memiliki kematangan budi pekerti, ketrampilan pengajaran, serta kepemimpinan intelektual sesuai bidangnya," demikian Hasto. [ian]

Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Rismon Dituding Bohong soal Ijazah Jokowi

Minggu, 15 Maret 2026 | 05:04

Senator Apresiasi Program Kolaborasi Bedah Rumah di Jakarta

Selasa, 17 Maret 2026 | 18:32

UPDATE

Hindari Work From Home Jumat dan Senin

Kamis, 26 Maret 2026 | 02:13

Permainan Kubu Jokowi dalam Kasus Tuduhan Ijazah Palsu Makin Ngawur

Kamis, 26 Maret 2026 | 02:11

Prabowo Perintahkan Bahlil Cari Sumber Pendapatan Sektor Mineral

Kamis, 26 Maret 2026 | 01:37

RS Jiwa Dipenuhi Pecandu Game Online dan Judol

Kamis, 26 Maret 2026 | 01:14

Buntut Penangguhan Yaqut, Kasus Kuota Haji Bisa Berlarut-larut

Kamis, 26 Maret 2026 | 01:01

Tiket Taman Margasatwa Ragunan Tetap Dipatok Rp4 Ribu

Kamis, 26 Maret 2026 | 00:28

Prabowo Pacu Hilirisasi dan Ketahanan Energi

Kamis, 26 Maret 2026 | 00:19

Pelanggaran Personel BAIS TNI Tidak Berdiri Sendiri

Kamis, 26 Maret 2026 | 00:05

Satgas PRR Percepat Penyelesaian Hunian Tersisa

Rabu, 25 Maret 2026 | 23:25

MBG cuma 5 Hari Potensi Hemat Rp40 Triliun per Tahun

Rabu, 25 Maret 2026 | 23:22

Selengkapnya