Berita

Foto: RMOL

Politik

Rieke: Aksi May Day Bukan Untuk Marah-Marah

SELASA, 01 MEI 2018 | 13:40 WIB | LAPORAN:

Peringatan Hari Buruh Internasional  atau dikenal May Day pada hari ini (Selasa, 1/5) dirayakan ratusan ribu buruh seluruh Indonesia dengan turun ke jalan menuntut hak dan kesejahteraannya kepada pemerintah

Ketua Umum Konfederasi Rakyat Pekerja Indonesia (KRPI), Rieke Diah Pitaloka mengingatkan, demonstrasi harus dilakukan dengan damai tanpa memaki-maki pihak manapun.

"Aksi kita tidak marah-marah kita berjuang dengan gembira karena kita semua berjuang dengan ikhlas," seru Rieke dalam orasinya di kawasan Patung Kuda, Monas, Jakarta Pusat.


Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi PDI Perjuangan ini menegaskan bahwa perjuangan KRPI hanyalah untuk meningkatkan taraf hidup pekerja Indonesia. Perjuangan mereka bertujuan agar Indonesia juga menjadi bagian dari negara industri yang berbasis pada riset nasional.

Oleh karena itu melalui KRPI, Rieke meminta agar Presiden Jokowi membentuk Badan Riset Nasional dan melakukan kajian problematika industri yang dialami pengusaha dan buruh. Buruh, kata dia, harus diposisikan sebagai subjek, bukan malah objek industri.

"Jadi tidak sepotong-potong karena kami yakin tidak mungkin Indonesia maju tanpa industri yang maju, tidak mungkin buruh maju tanpa industri yang maju. Tidak mungkin industri maju tanpa buruh maju. Tidak mungkin industri kuat tanpa buruh yaanh kuat. Tidak mungkin buruh kuat tanpa industri yang kuat," paparnya.

Untuk mewujudkan kesejahteraan buruh, menurut Rieke, KRPI juga menerapkan Tri Layak tanpa harus anti terhadap pekerja asing.

Tri Layak dimaksudnya mengusung kerja layak, upah layak dan hidup layak.

Rieke menjelaskan, dengan Tri Layak maka hasil industri dalam bentuk jasa dan barang akan terserap oleh pasar karena adanya daya beli masyarakat yang baik. Selain itu negara akan mendapat pajak dari pekerja.

"Dengan Tri Layak, secara sosiologis akan tercipta kesenangan bekerja sehingga akan berkorelasi positif pada peningkatan produktivitas bekerja. Peningkatan produktivitas tentunya akan meningkatkan kinerja industri kita," tukas Rieke.[wid]



Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya