Berita

Joko Widodo/Net

Politik

Jokowi Seperti Orang Amnesia, Taruhannya Besar Jika Dipertahankan

SELASA, 01 MEI 2018 | 11:44 WIB | LAPORAN:

Sudah seringkali Jokowi bersikap tidak tahu atas kebijakan yang dikeluarkannya sendiri. Pernyataan seperti ini justru menunjukkan Jokowi amnesia dalam memimpin pemerintahan.

"Tentu kita masih ingat kisruh lima hari sekolah, yang sampai hampir membenturkan dua ormas besar di negeri ini Muhammadiyah dan NU," ulas koordinator Komunitas Reakwan Sadar (Korsa),  Amirullah Hidayat dalam keterangannya.

Padahal kebijakan Lima Hari Sekolah adalah hasil rapat terbatas yang dipimpin oleh presiden. Tetapi karena kebijakan itu ditolak sebagian ormas NU, maka Jokowi pun membatalkan.


"Berarti dia lupa bahwa sekolah lima itu dilaksanakan Mendikbud  karena perintahnya," terang Amirullah.  

Belum lagi, lanjut Amirullah, pernyataan yang dikeluarkan Jokowi beberapa hari lalu yang berkaitan pergantian direktur utama Pertamina.

"Jokowi mengatakan dia tidak mengetahuinya ini kan aneh, masak seorang presiden tidak tau bahwa Menteri BUMN Rini Soemarno adalah bawahannya, apalagi Pertamina adalah salah satu BUMN vital di negeri  ini," sangsinya.   

Dia khawatir nasib serupa juga nantinya dialami Peraturan Presiden 20/2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing.

"Bisa saja akan dibantahnya karena banyaknya penolakan yang dilakukan oleh rakyat, terutama kelompok-kelompok buruh," cetusnya.

Sepengetahuan dia, sikap Jokowi tidak mengetahui dan membantah seperti ini biasanya dilakukan oleh orang yang menderita amnesia. Dan bila tetap dipertahankan berkuasa maka besar taruhannya bagi negeri ini.

"Oleh karena itu kami akan melakukan gerakan 2019 Ganti Presiden," tegasnya.[wid]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya