Berita

Kicauan Karni Ilyas/Net

Politik

Komisioner KPU: Kicauan Karni Ilyas Bisa Menyesatkan

SELASA, 01 MEI 2018 | 07:24 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pramono U Tanthowi buru-buru merespon kicauan pembawa acara Indonesia Lawyers Club (ILC), Karni Ilyas.

Sebab dalam kicauan itu, Karni yang menyadur kutipan pemimpin Uni Soviet (saat ini Rusia), Joseph Stalin terkesan menyepelekan partisipan pemilu yang memberikan suara ke tempat pemungutan suara (TPS), termasuk KPU sebagai penyelenggara pemilu.

“Saya tidak tahu apa maksud Karni Ilyas, atau dalam konteks apa Ia mengutip ucapan Stalin ini. Namun kutipan yang diviralkan itu akan dengan mudah ditelan mentah-mentah oleh pihak-pihak yang memang berniat mendelegitimasi KPU. Dalam konteks pemilu di Indonesia saat ini, kutipan itu sudah tidak relevan, cenderung ngawur, dan menunjukkan ketidaktahuan yang akut atas perkembangan kepemiluan di Indonesia dlm bbrp tahun terakhir,” ujarnya melalui akun Facebook pribadi, Senin (30/4).


Dia menjelaskan bahwa Stalin adalah pemimpin Uni Soviet sejak 1920-an hingga meninggal 1953. Dia menilai kutipan itu tentu diucapkan pada tahun-tahun Stalin berkuasa, saat terlibat perang dingin dengan AS, dan menjadi kritik komunisme kepada sistem demokrasi yang berlaku masa itu.

"Jika diletakkan dlm konteks sekarang tentu tidak relevan. Bahkan jika diterapkan pada konteks Indonesia masa itu pun tidak relevan, karena Pemilu 1955 kita akui sebagai pemilu yang jurdil dan demokratis," jelasnya seperti diberitakan Kantor Berita Pemilu.

Pram melanjutkan, Uni Soviet adalah negara komunis yang pada masa itu tidak mengenal pemilu sebagai mekanisme penggantian kekuasaan.

"Jadi gimana bisa kita tiba-tiba menelan mentah-mentah kritik terhadap pemilu yang disampaikan oleh seorang pemimpin Partai Komunis yang dipilih melalui politbiro, yang sama sekali tidak demokratis itu. Atau, meski kita sangkal, jangan-jangan kita ini penganut komunisme pengidola Stalin?" sindirnya.

Kata Pram, harus diakui bahwa penyelenggaraan pemilu di Indonesia masih belum sempurna. Namun tentu tidak tepat jika dikatakan bahwa KPU bisa menentukan hasil-hasil pemilu. Kutipan itu seolah-olah mengatakan bahwa semua jajaran KPU tidak jujur, curang semua, sama sekali tidak ada pengawasan oleh Bawaslu.

Sementara partai-partai politik juga dicitrakan tidak saling mengawasi satu sama lain, tidak ada media yang menyampaikan informasi kecurangan, dan publik kita bodoh semua.

"Ah, mungkin benar kata orang, antara naif dan bodoh itu hanya beda-beda tipis," tutupnya.

Adapun kicauan dari Karni Ilyas ditulis pada Sabtu (29/4) di akun Twitter @karniilyas. Kicauan itu berbunyi, "orang-orang yang memberikan vote (suara) tidak menentukan hasil dari pemilu. Namun orang-orang yang menghitung vote itulah yang menentukan hasil dari pemilu". [ian]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya