Berita

Advertorial

Didorong Pertumbuhan Bisnis Digital, Telkom Raih Pendapatan Rp 32,3 Triliun

SELASA, 01 MEI 2018 | 01:43 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) berhasil meraih pendapatan sebesar Rp 32,3 triliun sepanjang kuartal I tahun 2018 yang berarti mengalami pertumbuhan sebesar 4,3 persen di banding kuartal pertama tahun lalu, meskipun di tengah persaingan industri yang kian ketat serta dinamika industri telekomunikasi yang bergeser dari bisnis legacy (voice & SMS) ke bisnis digital.

Earning Before Interest Tax Depreciation Amortization (EBITDA) di kuartal pertama 2018 ini sebesar Rp 16,1 triliun, dengan laba bersih sebesar Rp 5,73 triliun.

Pendapatan BUMN ini didominasi oleh segmen data, internet and IT service yang menghasilkan pendapatan sebesar Rp15,9 triliun naik 23,3 persen dibandingkan periode 2017 yang sebesar Rp 12,9 triliun.


"Bisnis data, internet & IT service meningkat seiring dengan semakin tingginya penggunaan smartphone, bertambahnya pelanggan IndiHome dan meningkatnya layanan ICT Solution untuk pelanggan korporasi," ujar Direktur Keuangan Telkom Harry M. Zen di Jakarta, Senin (30/4).

Dalam segi operasional hingga kuartal pertama 2018, pelanggan fixed broadband tercatat 5,74 juta dengan layanan IndiHome mencatatkan pertumbuhan yang cukup pesat, yakni bertambah sebesar 97 persen dari tahun sebelumnya menjadi sebanyak 3,5 juta pelanggan.

Peningkatan jumlah pelanggan IndiHome tersebut berkat perluasan dan peningkatan kualitas jaringan, perbaikan sistem Information Technology (IT), peningkatan produktivitas teknisi dan tenaga pemasaran  serta didukung oleh program pemasaran yang agresif.

Sementara itu, layanan mobile broadband juga mencatat pertumbuhan  jumlah pelanggan yang cukup meyakinkan, yakni tumbuh 21,3 persen menjadi 108,73 juta pelanggan.  

Untuk Capital Expenditure (Capex) pada kuartal pertama tercatat mencapai Rp 6,1 triliun. Capex terutama digunakan untuk membiayai pembangunan BTS, perluasan jaringan akses dan infrastruktur backbone termasuk penyiapan Satelit Merah Putih dan pembangunan Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) yang menunjang bisnis fixed and mobile broadband.

Sementara itu, entitas anak usaha Telkomsel membukukan pendapatan sebesar Rp 21,9 triliun dengan EBITDA Rp 12,0 triliun dan laba bersih Rp 6,4 triliun.

Bisnis digital Telkomsel pada tiga bulan pertama 2018 menunjukkan peningkatan sebesar 24,8 persen dengan capaian sebesar Rp 10,5 triliun. Angka ini membuat komposisi bisnis digital menjadi 48 persen dari total pendapatan, meningkat dari komposisi periode yang sama tahun lalu yakni sebesar 38 persen. Hal ini sesuai dengan prediksi perusahaan dimana terjadi pergeseran perilaku pengguna layanan seluler dari pemakaian voice dan SMS ke pemakaian layanan data.

Telkomsel pada kuartal pertama 2018 ini telah menyelesaikan penambahan BTS (Base Transceiver Station) sebanyak 6.944 unit BTS baru yang semuanya adalah BTS 4G. Dengan penambahan ini maka  total BTS yang aktif hingga kuartal pertama 2018 adalah sebanyak  167.649 unit dimana sekitar 70 persen di antaranya adalah BTS 3G/4G.

Pendapatan IndiHome tercatat sebesar Rp ,5 triliun atau meningkat 35,3 persen dibanding tahun lalu. Sedangkan pendapatan dari Segmen Enterprise adalah sebesar Rp 8,6 triliun. Untuk segmen enterprise, perusahaan tetap fokus pada penyediaan layanan ICT (Information and Communication Technology) Solutions terintegrasi dengan mengedepankan keunggulan pada keragaman smart enabler platform.

Untuk segmen wholesale and international business, tercatat pendapatan sebesar Rp 2,2 triliun atau tumbuh 32,3 persen dibanding tahun lalu. Hal ini didukung dengan telah beroperasinya sistem kabel laut SEA-US dan SEA-ME-WE5.

Melihat pertumbuhan bisnis digital yang cukup pesat, Harry M Zen mengatakan, dinamika yang terjadi di industri saat ini menambah keyakinan Telkom bahwa bisnis data dan layanan digital merupakan masa depan industri telekomunikasi. Tidak hanya pada mobile broadband, namun segmen enterprise, IndiHome dan wholesale and international business, diharapkan akan menjadi pendorong utama bisnis Telkom di masa mendatang untuk mempertahankan pertumbuhan bisnis perusahaan.

"Perseroan senantiasa meningkatkan kapabilitas digitalnya dan terus berinovasi dengan dukungan smart network and IT infrastructure dalam melayani pelanggan serta memberikan customer experience terbaik," tutupnya. [rus/***]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Safari Politik Jokowi Tak Pengaruhi Elektabilitas PDIP

Sabtu, 27 Juni 2026 | 00:14

Seruan Reformasi Jilid II Bukan Aspirasi Mahasiswa

Sabtu, 27 Juni 2026 | 00:00

Safari Politik Jokowi cuma Demi Gibran dan Kaesang

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:41

Empat Nyawa Sudah Cukup, Setop Latsarmil SPPI

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:23

Sarasehan KPPG: Keterwakilan Perempuan 30 Persen Bukan Sekadar Kuota

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:06

Edi Hasibuan: Masyarakat Mulai Merasakan Perubahan Polri

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:03

Universitas Bakrie Tiga Besar dalam THE Sustainability Impact Ratings 2026

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:42

Pakai Dump Truk, Polisi Kawal Massa Pendukung MBG di Tuban

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:24

Jubir FAM UBK: Ada Aktor Intelektual Sengaja Rusak Citra Kampus dan Wapres

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:22

DPR Usul Kemenukbangga Jadi Penyalur BLT

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:03

Selengkapnya