Berita

Hasto Kristiyanto/RMOL

Politik

Sindir Prabowo, Sekjen PDIP Disuruh Belajar Buku Bung Karno Lagi

SENIN, 30 APRIL 2018 | 22:28 WIB | LAPORAN:

Pernyataan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto dikritik Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Ferry Juliantono.

Hasto sebelumnya mengatakan bahwa Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto tak memiliki prestasi ketimbang Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

"Prabowo prestasi di militer cari aja di dinas kemiliteran, dipanggung nasional itu bisa di googling," kata Ferry di sela-sela diskusi Ngopi Ngerumpi yang diselenggarakan oleh Komnas RIM dan ILEW bertajuk "Perpres Tenaga Kerja Asing (TKA) dan Jeritan Kaum Buruh" yang dimoderatori oleh Ricky Tamba di Kantor ILEW, Jalan Veteran I, nomor 33, Jakarta Pusat, Senin (30/4).


Ferry balik menuding Jokowi yang minim prestasi. Mantan Wali Kota Solo itu, sama sekali tak memiliki prestasi menonjol selama menjabat sebagai orang nomor satu di negeri ini.

 "Jokowi prestasinya apa? Ini rupiah Rp14.200 itu prestasi? Harga-harga barang naik itu prestasi? Impor beras itu prestasi? Premium hilang dipasaran itu prestasi? Apa prestasi yang dibahas," kejar Ferry.

Padahal, tambah Ferry, Bung Karno yang merupakan salah satu pendiri bangsa ini saja sama sekali tidak pernah membenarkan impor bahan pangan, apa lagi beras. Bung Karno juga tak pernah mengajarkan untuk melarang nelayan menggunakan alat tangkap ikan.

"Pak Hasto belajar buku Soekarno lagi deh biar enggak salah-salah," demikian Ferry.

Sebelumnya, Hasto Kristiyanto memang menyindir Prabowo yang seakan tak becus mengurus perusahaan yang dimilikinya. Sindiran itu diungkapkan Hasto menanggapi Prabowo Subianto yang mengatakan bahwa Pasal 33 UUD 1945 tentang pengelolaan sumber daya alam telah ditinggalkan oleh pemerintah, dalam hal ini Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

"Ya beliau mengelola perusahaannya kan juga masih beberapa menjadi persoalan-persoalan. Jadi sebaiknya pemimpin  itu bicara berdasarkan prestasi ya," ketus Hasto di kawasan Jakarta Barat, Minggu (29/4).

Ditekankan Hasto, menjadi seorang pemimpin haruslah berbicara berdasarkan kinerja. Bukan berbicara tanpa data hanya karena rasa tidak suka.

"Itu tidak boleh. Mari kita berkompetisi secara sehat dengan menyampaikan prestasinya dihadapan rakyat. Itu tren kepemimpinan milenal seperti itu, menampilkan daya terobosan kinerja bukan sekedar berbicara," demikian anak buah Megawati Soekarnoputri ini. [sam]


Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya