Berita

Foto: RMOL

Politik

Empat Tuntutan KSPI Di May Day, #2019GantiPresiden Salah Satunya

SENIN, 30 APRIL 2018 | 21:05 WIB | LAPORAN:

Ratusan ribu buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) akan menghadiri peringatan Hari Buruh Sedunia (May day), besok (Selasa, 1/5).

"Paling tidak 192 ribu orang buruh yang akan ikut aksi," jelas Sekretaris Jenderal (Sekjen) KSPI, Muhammad Rusdi dalam diskusi Ngopi Ngerumpi bertajuk "Perpres Tenaga Kerja Asing (TKA) dan Jeritan Kaum Buruh" yang dimoderatori oleh Ricky Tamba di Kantor ILEW, Jalan Veteran I, nomor 33, Jakarta Pusat, Senin (30/4).

Dia menegaskan, May Day bukanlah semata-mata merupakan wujud nyata keresahan buruh, melainkan keresahan publik.


Setidaknya ada empat agenda utama yang akan diperjuangkan KSPI. Pertama, menuntut pemerintah untuk menurunkan tarif dasar listrik (TDL), bahan bakar minyak (BBM), dan menurunkan harga pangan.

Kedua, menuntut pemerintah untuk segera mencabut Peraturan Pemerintah (PP) 78 tentang Pengupahan yang menurutnya menyebabkan upah buruh saat ini menjadi sangat murah.

Ketiga, menuntut pemerintah stop memasukan tenaga kerja asing (TKA), praktek perbudakan modern, dan juga penghapusan outsourcing.

Kemudian keempat, mendukung capres yang tidak anti buruh.

Oleh karena itu, menurut Rusdi, KSPI sangat mendukung gerakan #2019GantiPresiden.

"Pemerintah hari ini tidak pro buruh dan tidak pro rakyat kecil 4 tahun terkahir ini buruh sangat menderita PHK terjadi dimana-mana. Pertumbuhan pekerja di era Jokowi tidak lebihnya baik dari era SBY. Kepastian kerja semakin tidak jelas," tandasnya. [sam]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya