Berita

Rini Soemarno/Net

Politik

Rini Soemarno Rusak Keberhasilan Program Nawacita Jokowi

SENIN, 30 APRIL 2018 | 20:28 WIB | LAPORAN:

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno harus segera mundur dari jabatan yang dipegang saat ini.

Intelektual Muda Nahdlatul UlamA Ubaidillah Amin Moch menegaskan,  rekaman percakapan Rini dengan Direktur Utama PLN (Persero) Sofyan Basir yang diduga membahas fee proyek negara yang dikaitkan untuk kerabatnya merupakan kesalahan berat.

Tindakan adik kandung Ari Soemarno ini juga akan menimbulkan polemik yang merugikan kerja pemerintahan sekarang.


"Saya sebagai kader muda NU sangat kecewa dengan terkuaknya kasus itu, jelas-jelas ini membawa kepentingan keluarga ke dalam proyek negara. Jika saya boleh memohon sebaiknya Bu Rini mundur saja sebagai pembantu presiden,” terang Ubadillah, dalam surat elektronik yang dikirimkan ke redaksi, Senin (30/4).

Dia menegaskan, mundurnya Rini Soemarno penting agar dugaan bagi-bagi fee proyek negara itu tidak menjadi senjata politik bagi lawan Jokowi.

"Kinerja Jokowi 3 tahun terakhir yang menggenjot infrastruktur dan berbagai lompatan program pembangunan akan tergerus dengan adanya kasus Rini. Masalah ini sudah tidak sesuai dengan perintah Jokowi dalam menjalankan program kerja nawacita," tegas Ubadillah.

"Kasus ini akan bisa jadi akan dijadikan black campaign bagi kelompok oposisi untuk menyerang Presiden Jokowi, padahal dalam 3 tahun terakhir kerja Jokowi luar biasa,” sambungnya

Kementerian BUMN sudah menanggapi beredarnya penggalan percakapan antara RIni Soemarno dengan Dirut PLN. Kementerian BUMN menilai rekaman tersebut sengaja diedit sedemikian rupa dengan tujuan memberikan informasi yang salah dan menyesatkan. Kementerian BUMN membantah bahwa percakapan tersebut adalah bagi-bagi fee.

Sementara itu, Komisi VI DPR berencana akan memanggil Rini dan Direktur PLN Sofyan Basir untuk mengklarifikasi beredarnya percakapan yang membahas dugaan bagi-bagi fee proyek. [sam]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya