Berita

Foto/Net

Politik

KSPI: Kebijakan Infrastruktur Jokowi Untuk Akomodir Kepentingan Tiongkok

SENIN, 30 APRIL 2018 | 19:41 WIB | LAPORAN:

Pembangunan infrastruktur yang selama ini digembar-gemborka Presiden RI Joko Widodo dinilai bukan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat Indonesia.

Sekretaris Jenderal Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Muhammad Rusdi menjelaskan pembangunan infrastruktur tersebut justru untuk mengakomodir kepentingan investor dari Tiongkok.

Hal itu sebagaimana yang terjadi pada masa penjajahan Belanda.


"Jokowi melakukan kebijakan yang sama digunakan untuk kompeni. Jalan-jalan dibuat Daendels untuk kepentingan kompeni," katanya saat diskusi Ngopi Ngerumpi bertajuk "Perpres Tenaga Kerja Asing (TKA) dan Jeritan Kaum Buruh" di Kantor ILEW, Jakarta Pusat, Senin (30/4).

Rusdi menambahkan pembangunan infrastruktur yang dilakukan Jokowi sesunguhnya sangat tidak masuk akal. Sebab, disaat ekonomi masyarakat susah, Jokowi malah membangun jalan-jalan beton, bukan malah berusaha untuk meningkatkan daya beli masyarakat dengan menaikan gaji buruh, dan memberikan bantuan langsung kepada masyarakat yang membutuhkan.

"Infrastruktur ini logika kapitalisme dan tidak ada sama sekali manfaatnya untuk masyarakat kecil," ujarnya Rusdi.

Sebelumnya Rusdi juga sempat menyinggung mengenai Perpres 20/2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing. Menurutnya Prepres tersebut sama saja mencelakakan diri sendiri. Sebab TKA yang masuk ke Indonesia itu biasanya satu paket, yang terdiri dari manager, supervisor dan lain-lain.

Hal inilah yang menjadai kecelakaan dari penerbitan Perpres bahwa para TKA yang masuk itu tidak dibatasi jumlahnya.

"[Pepres] Enggak mengatur sedetail itu. Substansinya yang tadi itu dia menghilangkan izin aja, jadinya sekarang enggak ada izin," ucapnya. [nes]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya