Berita

Net

Politik

#2019GantiPresiden Lahir Karena Jokowi Ingkar Janji

SENIN, 30 APRIL 2018 | 16:48 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

. Semaraknya acara #2019GantiPresiden di Car Free Day di berbagai kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya dan Medan membuktikan bahwa gerakan tersebut tidak hanya sekedar menggema di media maya.

"Tapi berlanjut di darat, bahkan di berbagai kota besar. Ini artinya memang rakyat sudah menghendaki dan menginginkan perubahan," kata Direktur Eksekutif Bimata Politica Indonesia (BPI) Panji Nugraha kepada redaksi, Senin (30/4).

Aksi #2019GantiPresiden, kata dia, merupakan aksi spontanitas dari masyarakat yang menginginkan presiden baru di Pilpres 2019.


"Dinilai dari aspek demokrasi adanya aksi tersebut menandakan jika demokrasi Indonesia semakin matang, dan juga merupakan wujud rakyat sudah dewasa dalam berpolitik," tutur Panji.

Panji menambahkan, aksi tersebut secara politik kekinian merupakan hambatan serius bagi Jokowi untuk melanjutkan kepemimpinanya.

Dia menekankan bahwa lahirnya gerakan #2019GantiPresiden disebabkan oleh kepemimpinan Jokowi saat ini bukan dalam artian like atau dislike. Akan tetapi, rakyat menilai Jokowi sudah diberikan kesempatan untuk memimpin selama 5 tahun, tetapi hasilnya justru membuat publik kecewa karena Jokowi selama memimpin tidak mampu memenuhi seluruh janji-janji Pilpres lalu.

"Jadi jika ada yang mendiskreditkan gerakan #2019GantiPresiden sama halnya ia membela kebijakan-kebijakan pemerintah Jokowi yang tak pro rakyat. Karena tidak akan ada asap jika tidak ada api, rakyat kecewa terhadap rezim yang telah diberikan kesempatan dan kepercayaan untuk memimpin," tukas Panji.[dem]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Demokrasi Matang dan Tonggak Sejarah Baru di Maroko Pasca-Pemilu 2026

Rabu, 30 September 2026 | 10:27

Komisi IX DPR Dorong Pekerja Platform Digital Masuk RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

Rabu, 30 September 2026 | 10:18

Rupiah Menguat, Intip Proyeksinya Hari Ini

Rabu, 30 September 2026 | 10:07

Prabowo Dorong Rehabilitasi Pengguna Narkoba Berbasis Pendidikan dan Teknologi

Rabu, 30 September 2026 | 10:04

Trump Ganti Istilah AI jadi Super Intelligence

Rabu, 30 September 2026 | 09:50

Dugaan Suap Bela Parahiyangan Investindo Mirip Perkara Summarecon

Rabu, 30 September 2026 | 09:39

Jokowi Sengaja Tunjukkan KTA PSI di Kandang Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 09:36

Jokowi Menyadari Dirinya dan Gibran Sedang Diserang

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Indonesia Usulkan Mekanisme Koordinasi Lintas Negara Berantas Penipuan Daring

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Selengkapnya