Berita

Alex Noerdin dan Joko Widodo/Pemprov Sumsel

Politik

Ditunggu Presiden, Alex Noerdin Ngojek Datangi Musrenbang

SENIN, 30 APRIL 2018 | 16:37 WIB | LAPORAN:

Provinsi Sumatera Selatan kembali mengukir prestasi di tingkat nasional.

Tuan rumah Asian Games ini berhasil menyabet Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) tahun 2018 kategori perencanaan dan pencapaian terbaik kedua tingkat provinsi se-Indonesia.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung Presiden Jokowi kepada Gubernur Sumsel, Alex Noerdin saat pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbagnas) 2018 dalam rangka penyusunan Rancangan Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2019 di Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta, Senin (30/4).


Penganugerahan tersebut sekaligus menambah jumlah penghargaan tingkat nasional yang diraih Provinsi Sumatera Selatan. Sebelumnya sebanyak 123 penghargaan sudah dikoleksi provinsi Lumbung Energi ini sejak periode kedua kepemimpinan Gubernur Sumsel Alex Noerdin.

 "Sudah tahu belum siapa yang dapat penghargaan pembangunan daerah? belum tau ya? karena tadi diluar. Jadi, yang nomor satu Provinsi Jawa Timur, nomor dua Sumatera Selatan, dan nomor tiga Bali," ujar Alex Noerdin kepada wartawan.

Alex mengatakan, penghargaan yang diraih kali ini adalah capaian puncak dari perjuangan dan kerja keras yang dilakukan Pemerintah Provinsi Sumsel. Selain itu, untuk mendapatkan penghargaan ini perlu melalui tahapan yang sangat ketat.

"Ini sebenarnya capaian puncak, kado terakhir karena November tahun ini jabatan saya berakhir," ungkap Alex.

Pembukaan dihadiri sejumlah menteri, seluruh kepala daerah se Indonesia.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional / Kepala Bappenas RI, Bambang PS Brodjonegoro dalam laporannya menjelaskan bahwa PPD diberikan kepada provinsi yang berprestasi dalam perencanaan dan pencapaian pembangunan di wilayahnya.

Ada beberapa tahapan yang sangat ketat telah dilalui oleh Sumatera Selatan dimulai dengan penilaian dokumen perencanaan sehingga ditetapkan 15 provinsi nominator. Selanjutnya dilakukan penilaian lapangan oleh tim pusat yang terdiri dari tim independen dan tim Bappenas untuk verifikasi terhadap seluruh stakeholder dan diakhiri dengan paparan di Jakarta untuk diuji oleh tim penilai independen.

Beberapa pencapaian pembangunan makro Sumatera Selatan yang menonjol jelas dia adalah pada tahun 2017, Pertumbuhan Ekonomi 5,51 persen di atas Pertumbuhan Nasional 5,07 persen, Ketimpangan Pendapatan Indeks Gini Rasio (0,365) lebih baik dibanding nasional (0,391), Tingkat Pengangguran (4,39) lebih kecil dibanding nasional (5,5), IPM terus meningkat secara signifikan dan tingkat kemiskinan terus menurun secara signifikan.

Demikian juga kinerja Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan sangat akuntabel dengan mendapat predikat A (sangat baik) dari Kementerian PAN-RB begitu juga dengan pengelolaan keuangan daerah mendapatkan opini WTP dari BPK RI tiga tahun berturut-turut.

Perencanaan pembangunan Sumatera Selatan disusun secara holistik, tematik, integratif dan spasial serta sinkronisasi perencanaan dan penganggaran dapat dikawal dengan baik. Perencanaan Pembangunan juga dibangun berbasis keselarasan kinerja (Integrated Development Plan) sehingga alokasi anggaran bukan Money follow function tetapi sudah berbasis Money follow program dan program follow result.

Sekadar informasi, setiba di Jakarta dengan maksud menghadiri Musrenbang, Gubernur Sumsel Alex Noerdin sempat terjebak macet di kawasan Semanggi hingga satu jam lamanya.

Tak mau waktunya habis dalam perjalanan, Alex Noerdin tak sungkan meminta ajudannya memesankan jasa ojek. Meski harus berpanas-panasan di jalanan Jakarta tak menyurutkan semangat Orang Nomor Satu di Sumsel tersebut untuk melaksanakan tugasnya sebagai kepala daerah.

Terlebih kedatangannya di  (Musrenbagnas) 2018 dalam rangka penyusunan RKP tahun 2019, itu memang ditunggu oleh Presiden Jokowi. Apalagi, Alex Noerdin menjadi salah satu penerima penghargaan PPD Terbaik II se Indonesia.[wid]


Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya