Berita

Arif Minardi dkk/RMOL

Politik

May Day Besok, Pimpinan DPR Ikut Berorasi Bersama SPSI

SENIN, 30 APRIL 2018 | 16:19 WIB | LAPORAN:

Tepat peringatan May Day besok, Federasi Serikat Pekerja Logam, Elektronik, dan Mesin Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP LEM SPSI) akan demo besar-besaran di depan gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat FSP LEM SPSI, Arif Minardi menyebutkan, ada sekitar 10 ribu anggotanya turun ke jalanan pada May Day besok yang juga melibatkan beberapa wakil rakyat. Bahkan rencananya, dua pimpinan DPR ikut berorasi.

"Tuan rumah, Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah, dan Fadli Zon insya Allah akan ikut berorasi. Pak Mardani dan Pak Ferry Juliantono juga ikut. Belum konfirmasi Ketua Komisi IX Pak Dede Yusuf," kata Arif dalam konferensi pers di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (30/4).


Setidaknya kata dia, ada tiga tuntutan yang akan disuarakan SPSI. Pertama mengenai penolakan atas Perpres 20 tahun 2018 tentang penggunaan tenaga kerja asing (TKA), PP 78 tentang Pengupahan, dan revisi UU 13/2003 tentang Tenaga Kerja.

"Kenapa kami menolak Perpres 20 tahun 2018, karena tanpa Perpres pun TKA sudah masuk banyak di mana-mana. Perpres itu masalah izin diperlonggar," jelasnya.

Terkait PP 78, kata dia, selama ini sangat merugikan para buruh. Sebab, serikat pekerja dan perusahan sudah tidak lagi dilibatkan dalam menentukan upah buruh.

"Bergantung pada inflasi saja. Tidak ada nego-nego. Padahal mengenai upah harus ada kajian-kajian," bebernya.

Revisi UU 13/2003 juga diperlukan karena belum sepenuhnya berpihak kepada tenaga kerja.

"UU ini memang banyak masalah. Tapi kami melihat kalau ada perubahan, kemungkinan besar buruh akan menjadi korban. Karena kita belum mempercayai lembaga negara ini baik eksekutif maupun legislatif," demikian Arif.[wid]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya