Berita

Rizal Ramli saat turun aksi ke jalanan memperjuangkan UU BPJS/Dok Antara

Politik

PERINGATAN MAYDAY 2018

Ternyata, Rizal Ramli Punya Rekam Jejak Panjang Perjuangkan Sistem Jaminan Sosial

SENIN, 30 APRIL 2018 | 15:10 WIB | LAPORAN:

Rizal Ramli (RR) hingga kini setia mendampingi perjuangan kaum buruh.

Sehingga, dinilai wajar mantan menteri koordinator bidang maritim dan sumber daya itu mendapat dukungan kaum buruh maju Pemilihan Presiden 2019.

Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) telah deklarasi mendukung Rizal Ramli maju sebaga calon wakil presiden (cawapres) untuk Prabowo Subianto. Dukungan KSPI ini dideklarasi pada acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas)-nya di Jakarta, kemarin (Minggu, 29/4).


"Saya rasa wajar (didukung), karena memang beliau setia mendampingi perjuangan buruh, terutama untuk perjuangan sistem jaminan sosial. Konsistensi Pak Rizal Ramli memperjuangkan jaminan kesehatan untuk masyarakat memang luar biasa panjang," kata analis ekonomi politik dari New Indonesia Foundation,
Reinhard dalam keterangannya, siang ini (Senin. 30/4).

Ia ingat semasa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono tahun 2010, RR yang mantan menteri koordinator perekonomian ikut memperjuangkan sistem, berkontribusi ide, hingga turun berdemonstrasi bersama kaum buruh di jalan.  

"Ia turun ke jalan bersama Ketua Umum KSPI Iqbal, ratusan ribu buruh KSPI, dan organisasi-organisasi buruh lainnya, menuju Istana untuk mendorong agar DPR mengesahkan Undang-Undang BPJS. Inilah bentuk kesetiaannya pada cita-cita agar Indonesia," kenang Reinhard.

Berdasarkan kesaksian rekannya semasa mahasiswa tahun 1976-1977, ulas Reinhard, Rizal Ramli ternyata juga sudah memperjuangkan sistem jaminan sosial berupa asuransi mahasiswa sejak masih kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB).

"Gagasan asuransi muncul karena banyak mahasiswa yang miskin dan tidak punya uang untuk berobat ketika itu Dari hasil diskusi, ada yang mengusulkan perlunya asuransi kesehatan untuk mahasiswa. Semua mahasiswa dipungut iuran yang tidak terlalu mahal. Uang yang dikumpulkan digunakan untuk menyewa dokter. Apabila ada mahasiswa yang sakit, jumlahnya sekitar 1 persen dari populasi mahasiswa, biaya pengobatannya bisa ditanggung bersama-sama," cerita motor sekaligus koordinator program Asuransi Kesehatan Mahasiswa ITB 42 tahun lalu, Bakti Luddin.

Saat ide asuransi tersebut diperjuangkan mahasiswa, pada tahun 1976, Rizal Ramli menjadi deputi ketua Dewan Mahasiswa ITB. Rizal Ramli dan anggota Dewan Mahasiswa lain menyambut baik gagasan ini. Mahasiswa pun mendorong rektor untuk membuat sebuah klinik.

Sistem asuransinya dirancang oleh mahasiswa sendiri. Klinik ini masih berdiri sampai sekarang. Pasiennya tidak hanya mahasiswa, tapi juga masyarakat umum.

Hingga saat ini, bila ada yang sakit, mereka bisa berkunjung ke sebuah klinik yang letaknya tak jauh dari Gelap Nyawang, dekat kampus ITB. Klinik Bumi Medika Ganesha ITB, lengkapnya. Biaya pengobatan di klinik ini tergolong murah. Setidaknya, bisa dijangkau oleh kantong mahasiswa.

"Saat itu, para mahasiswa tidak menyadari sistem asuransi kesehatan yang mereka rancang merupakan pelaksanaan dari apa yang kini disebut sebagai social security system (sistem jaminan sosial). Tentu saja, ini dalam scope yg lebih kecil, sebuah kampus," terang Bakti.[wid]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya