Berita

Rizal Ramli/RMOL

Politik

Bangsa Indonesia Harus Sadar Selalu Jadi Incaran Asing

SENIN, 30 APRIL 2018 | 08:24 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Indonesia merupakan negeri yang dikenal mempunyai sumber daya alam luar biasa, posisi strategis, dan kebudayaan yang beragam sejak zaman dahulu.

Bahkan ada 3 daerah di Indonesia yang menjadi incaran negara-negara penjajah di zaman kolonial. Ketiga daerah itu dikenal dengan istilah 3B.

"Apa yang disebut sebagai 3B yaitu Banda, Bangka dan Bengkulu. Tiga-tiganya unik, dijadikan rebutan oleh negara-negara penjajah waktu itu," ujar ekonom senior Dr. Rizal Ramli saat orasi kebudayaan di acara Malam Budaya Manusia Bintang 2018 yang digelar RMOL Bengkulu di Grage Horizon Hotel, Bengkulu, Minggu (29/4).


Dia menjabarkan, daerah Banda kala itu dikenal dengan pala. Saking berharganya daerah ini, penjajah Belanda ingin menukarnya dengan Manhattan di New York.

Sementara lada asal Bangka juga tak kalah menarik perhatian Inggris ketika itu. Termasuk, lada asal Bengkulu juga terkenal hingga Inggris. Bahkan Inggris berencana menukar Bengkulu dengan Singapura.

"Bapak dan Ibu, bisa bayangkan tiga pulau saja dituker dengan sesuatu yang berharga. Apalagi pulau-pulau lainnya yang semakin berharga karena keindahan pulaunya yang luar biasa, rempah-rempahnya, dan posisinya yang sangat strategis," jelas Menko Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid itu.

Menurut Rizal, seharusnya bangsa Indonesia sadar akan kekayaan yang dimiliki oleh negaranya. Jangan sampai negeri ini melupakan sejarah tentang ketertarikan penjajah menguasai sumber daya alam Indonesia.

"Kita jangan lupakan niat dari penjajah itu, dia ingin kuasai sumber daya alam, lokasi yang sangat strategis, dan itu sampai saat ini Indonesia masih tetap menjadi incaran dari negara-negara lain,” jelasnya.

"Neokolonialisme seperti yang Bung Karno katakan, tidak perlu pakai senjata tidak pakai pasukan," tutup pria yang akrab disapa RR itu. [ian]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya