Berita

Malam Budaya Manusia Bintang 2018/RMOL

Politik

Saran RR, Bengkulu Harus Berbenah Di Sektor Pariwisata

SENIN, 30 APRIL 2018 | 07:18 WIB | LAPORAN:

Agar menjadi provinsi yang maju, Bengkulu harus cepat berbenah dalam sektor pariwisata.

Begitu saran dari ekonom senior, Dr Rizal Ramli saat membacakan orasi kebangsaan pada acara Malam Budaya Manusia Bintang yang diadakan di Bumi Rafflesia itu.

Saran tersebut diberikan lantaran Menko Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid itu merasa setiap kali berkunjung ke Bengkulu tidak menemukan ada perubahan yang signifikan. 


"Kalau saya lihat Bengkulu, mohon maaf kepada Wakil Pak Gubernur, saya tiga kali ke sini dalam 15 tahun. Terus terang tidak banyak perubahan yang berarti. Tapi itu dapat dimaklumi karna sebelum-sebelumnya Bengkulu sangat terisolasi," ujarnya di Grage Horizon Hotel, Bengkulu, Minggu (29/4).

Hal tersebut, kata Rizal, tidak boleh lagi terjadi karena saat ini Bengkulu sudah memiliki jalur transportasi darat, laut, dan udara yang lebih bagus. Ia juga kaget saat melihat angka kemiskinan di Bengkulu sebesar 17 persen.

Menurut pria yang akrab disapa RR itu, kunci utama agar Bengkulu dapat berkembang adalah dengan meningkatkan sektor tourisme atau pariwisata.

"Bengkulu banyak keindahan yang luar biasa. Mungkin kita mesti pikirkan satu visi dimana Bengkulu ini bisa berkembang dengan pesat dan menurut hemat kami kuncinya adanya tourisme," lanjutnya.

Bengkulu dengan alam yang indah, variasi vegetasi yang luar biasa, dan banyak memiliki tempat sejarah harus dimanfaatkan dengan baik apalagi sejarah kolonialisme maupun perlawanan terhadap kolonialisme pernah terjadi di sini.

Tak hanya itu,  Bengkulu juga memiliki nilai sejarah yang banyak. Sebab beberapa tokoh nasional seperti Bung Karno, Sentot Alibasa, dan Nasution pernah tinggal di Bengkulu.

Bengkulu, sambung RR, juga harus memperbaiki presentasi dari sektor pariwisata yang tampilannya masih jadul, seperti yang dilihatnya saat berkunjung ke rumah pembuangan Soekarno pada siang hari. Perbaikan presentasi, kata dia, merupakan cara menarik minat pengunjung dari dalam maupun luar negeri.

"Padahal teknik presentasi dari materi historis itu sekarang canggih-canggih secara digital tiga dimensi, foto-foto, dan lain-lainnya. Kalau itu dikembangkan banyak orang-orang Eropa akan datang ke sini," tukasnya. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya