Berita

Car Free Day/Net

Politik

Polisi Harus Jamin Aksi Pelecehan Di CFD Tidak Terulang

SENIN, 30 APRIL 2018 | 06:37 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Dalam negara demokrasi, perbedaan perbedaan aspirasi harus tetap dihormati dan dihargai. Tidak boleh ada aksi saling melecehkan dan mengintimidasi.

Begitu kata Jurubicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Mohamad Guntur Romli yang mengecam keras aksi adu mulut di acara Car Free Day (CFD) di Bunderan HI, Minggu (29/4).

Guntur menilai aksi pelecehan dan intimidasi di CFD itu tidak saja merusak kehidupan demokrasi di Indonesia, tapi juga sudah masuk ranah pelecehan perempuan dan anak.


"Dalam video yang viral di media sosial, seorang ibu dan anaknya dilecehkan, dikerubungi, dikibas-kibasin duit, anaknya terlihat menangis ketakutan. Ini pelecehan terhadap perempuan dan bentuk intimidasi," kata Guntur Romli dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Senin (30/4).

Kepada pihak kepolisian, Guntur meminta jaminan agar intimidasi semacam ini tidak  terjadi lagi, apalagi dalam ruang publik seperti CFD. Menurutnya, jika sampai terulang kembali, maka akan menjadi preseden buruk bagi demokrasi Indonesia.

"Kepolisian harus menjamin kasus serupa tidak terjadi lagi. Jangan sampai warga negara Indonesia bisa diintimidasi oleh kerumunan orang hanya karena menyampaikan aspirasinya. Apalagi intimidasi demikian disampaikan depan anak kecil, bagaimana psikologi anak tersebut?" kata Guntur.

Lebih lanjut, Guntur meminta kepada semua pihak untuk menahan diri dan tidak terprovokasi untuk melakukan pembalasan dengan cara-cara yang intimidatif.

"Saya harap semua pihak mampu menahan diri dan tidak terpancing untuk balas dendam. Kekerasan hanya dilakukan oleh mereka yang tidak siap hidup dalam alam demokrasi. Persoalan seperti ini baiknya diselesaikan secara hukum," demikian Guntur. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya