Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Hati-hati, Teroris Zaman Now Tak Berjenggot Dan Memakai Jeans

SENIN, 30 APRIL 2018 | 00:46 WIB | LAPORAN:

Saat ini, telah terjadi transformasi ciri-ciri pelaku terorisme jika dibandingkan temuan sebelumnya. Mereka saat ini semakin sulit diidentifikasi berdasarkan fisik.

Hal itu sebagaimana diutarakan peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), M. Hamdan Basyar dalam surat elektronik yang diterima redaksi, Minggu (29/4).

"Contohnya pakaian. Mereka sekarang sudah tidak lagi mengenakan celana cingkrang saja. Ada pelaku yang pakai celana jeans.  Mereka juga tidak selalu berjenggot panjang," ungkapnya.


Hal yang sama diutarakan Hamdan saat menjadi pemateri di kegiatan Penguatan Aparatur Kelurahan dan Desa dalam Pencegahan Terorisme di Jambi, baru-baru ini.

Dia menjelaskan, perilaku pelaku terorisme dalam masyarakat yang tidak berubah. Mereka biasa menggunakan identitas palsu, bahkan banyak nama.

"Mereka juga terbiasa tinggal tanpa izin," tambahnya.

Ciri lainnya, lanjut Hamdan, pelaku terorisme yang bersifat tertutup. Mereka memiliki kecenderungan membatasi diri dalam berinteraksi dengan masyarakat sekitarnya.

"Kalaupun mau berinteraksi mereka memilih sifat eksklusif. Biasanya akan dibarengi dengan menyebarluaskan keyakinannya, baik lewat pengajian-pengajian tertutup, pamflet, buku atau video," terang dia.

Untuk mempersempit gerak bebas pelaku terorisme, masyarakat, khususnya aparatur kelurahan dan desa diminta meningkatkan kewaspadaannya. Masyarakat
juga diminta meningkatkan komunikasi antarwarga.

"Jangan bersifat acuh. Masyarakat harus peka, jika ada kejanggalan laporkan ke perangkat desa dan teruskan ke aparat kepolisian atau TNI. Jika ini terjalin baik,  pelaku terorisme akan bisa kita batasi ruang geraknya," pungkas Hamdan.  

Kepala Bagian Tata Usaha Kedeputian bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi BNPT, Drs. Sholihudin Nasution, membenarkan apa yang disampaikan Hamdan Basyar. Peran serta masyarakat yang selalu waspada akan membantu aparat dalam melakukan pencegahan dini terhadap potensi aksi terorisme.

"Sinergitas antara aparat dan masyarakat harus terbangun baik. Begitu juga dengan kami di BNPT, karena kami tidak bisa mengatasi keberadaan teroris tanpa bantuan masyarakat," kata Sholihudin.

Sebagai wujud pencegahan, lanjut Sholihudin, masyarakat juga diminta tak mengucilkan mantan pelaku terorisme. "BNPT sudah memulainya. Pelaku terorisme dilatif public speaking dan dilibatkan di pencegahan. Masyarakat bisa melakukannya dengan siap menerima dan memberi kesempatan yang sama untuk memulai lembaran baru hidup," pungkasnya.

Penguatan Aparatur Kelurahan dan Desa dalam Pencegahan Terorisme di Jambi dilaksanakan oleh BNPT dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jambi.

Kegiatan yang sama akan dilaksanakan di 32 provinsi se-Indonesia sepanjang tahun 2018. Kegiatan ini akan melibatkan perwakilan dari Kementerian Dalam Negeri dan LIPI sebagai pemateri. [sam]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya