Berita

Foto: RMOL

Politik

Kemajuan Teknologi Informasi Harus Ciptakan Pemuda Profesional

SENIN, 30 APRIL 2018 | 00:05 WIB | LAPORAN:

Para pemuda Indonesia diajak keluar dari zona nyaman kemajuan teknologi informasi, untuk menjadi profesional dalam menghadapi tantangan globalisasi.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (DPP GAMKI) Michael Wattimena mengatakan, pergumulan kaum muda Indonesia saat ini antara lain tidak mau keluar dari zona nyamannya. Hal itu menimbulkan kemunduran bagi peradaban dan masa depan Indonesia.

"Peran pemuda sangat penting dan strategis. Oleh karena itu, sudah saatnya pemuda keluar dari zona nyaman, supaya kita dapat melakukan sesuatu yang baru dan berbeda yang positif,” ujar Michael Wattimena, saat bicara dalam Diskusi Interaktif “Generasi Muda Kristen di Era Milenial”, dalam rangka Hari Ulang Tahun GAMKI ke 56, di Gedung LAI, Jalan Salemba Raya 12, Jakarta Pusat.


Wakil Ketua Komisi IV DPR RI ini menjelaskan, tantangan era globalisasi kian tidak mudah. Selain skill yang harus mumpuni, penguasaan teknologi informasi untuk meningkatkan nilai tawar pemuda, termasuk dari sisi akademisnya, harus dilakukan segera.

"Tidak bisa hanya menjadi pengguna kemajuan teknologi informasi saja. Itu sama saja kita dikuasai oleh orang lain. Skill dan akademis yang tinggi harus bisa diperoleh dari kemajuan IT saat ini, dan menguasainya,” tutur pria yang belum lama mendapat gelar Doktor itu.

Acara Dies Natalis GAMKI Ke-56 dihadiri puluhan Pemuda Gereja, Mahasiswa serta perwakilan lembaga keumatan. [sam]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya