Berita

Foto/RMOL

Politik

Rizal Ramli: Nasionalisme Sekarang Ini Sebatas Kembang Kata Di Kampanye

MINGGU, 29 APRIL 2018 | 17:40 WIB | LAPORAN:

Ekonom Senior Rizal Ramli menilai rasa nasionalisme sekarang ini hanya sebatas slogan kampanye dan kembang kata.

Menurutnya, nasionalisme sekarang sangat jauh berbeda saat digelorakan oleh para tokoh perjuangan. Sebab rasa nasionalisme sekarang ini hanya sebatas omongan di masa kampanye.

Penilaian Rizal ini dilontarkan saat dirinya mencoba mesin jahit asli yang digunakan oleh Ibu Fatmawati rumah pembuangan Presiden Pertama RI Soekarno di Bengkulu, Minggu (29/4).


"Dulu nasionalisme itu betul-betul nasionalisme yang sungguh-sungguh, hari ini hanya sebagai slogan. Hari ini hanya sebagai alat kampanye kembang kata," ujarnya

Rizal menambahkan rasa nasionalisme kepada tanah air harus dilaksanakan dalam kehidupan nyata, untuk itulah dirinya selalu bertekat agar gelora nasionalisme di zaman dulu dan era milenial sekarang ini masih tetap sama.

"Kami ingin nasionalisme Indonesia betul-betul diterapkan, betul-betul dilaksanakan sehingga bangsa kita bisa jadi bangsa yang hebat," ungkapnya.

"Hari ini ini mesin jahitnya asli Merah Putih dulu dijahit disini oleh Ibu Fatma dan mudah mudahan semangatnya itu tidak hanya slogan dan kembang kata tapi sungguh-sungguh bisa dilaksanakan," sambung Rizal.

Kehadiran Rizal rumah pembuangan Bung Karno di Bengkulu merupakan salah satu agenda lawatan kerja.

Setelah tapak tilas perjuangan Bung Karno dan istri di Bengkulu, Menko Prekonomian era Presiden Gus Dur itu akan mengisi dialog "2019 Presiden Baru" dengan elemen mahasiswa dan pemuda di Kuliner Pangsit, Pantai Panjang, Bengkulu.

Pada sore harinya RR sapaan akrab Rizal melakukan ngopi sore bersama pemilik dan pengelola media Bengkulu di Angkringan, Pantai Panjang. Acara ini difasilitasi Serikat Media Siber Indonesia (SMSI). RR merupakan penasehat SMSI.

Agenda terakhir RR akan menyampaikan orasi budaya dan menerima penghargaan Lifetime Achievement Award pada Malam Budaya Manusia Bintang 2018 yang diselenggarakan Kantor Berita Politik RMOL di Grage Horison Hotel. [nes]


Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya