Berita

Aktivis 98/Net

Politik

Sudah Saatnya Aktivis 98 Masuk Kabinet

MINGGU, 29 APRIL 2018 | 00:09 WIB | LAPORAN:

Aktivis 98 dari Universitas Jakarta (UNIJA), Wahab mengatakan bahwa sudah saatnya aktivis 98 yang memimpin aksi reformasi meruntuhkan orde baru (orba) untuk masuk kabinet demi mencapai tujuan menggulingkan pemerintahan otoriter Soeharto 20 tahun yang lalu masuk dalam jajaran kabinet pemerintah.

"Saya mengusulkan kawan-kawan aktivis masuk kabinet," katanya dalam surat elektronik yang dikirimkan ke redaksi, Sabtu (28/4).

Menurut dia ada beberapa aktivis yang pantas duduk di kursi tampuk kementerian, misalkan Sekretaris Jenderal Perhimpunan Aktivis Nasional (PENA) 98, Adian Napitupulu.


Kata dia, para aktivis tak perlu ragu lagi untuk masuk ke ranah politik, karena memang gerakan 98 merupakan tindakan politik, meskipun pada dasarnya gerakan itu merupakan gerakan moral untuk menumbangkan rezim Soeharto.

"Kenapa hari ini posisi tawar kita lemah," tandasnya.

Diungkapkannya, pada awal-awal reformasi lalu, datang tawaran dari Presiden RI, BJ Habibie maupun Ketua MPR RI ketika itu, Amien Rais untuk memberikan jatah bagi 100 orang aktivis masuk sebagai politisi Senayan.

"Kita menentukan sikap untuk tidak menerima tawaran untuk masuk parlemen, kalau waktu itu kita berpikir politik, kita sekarang senior di DPR. Karena waktu itu tawaran 100 orang aktivis untuk masuk parlemen, kami tolak, clear, itu sikap kita," bebernya.

Dijelaskan penolakan dilakukan karena mereka tidak percaya terhadap parlemen yang selama setelah 32 tahun era orba tidak melakukan tugas dan fungsinya sesuai amanat yang diberikan rakyat. [ian]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya