Berita

Politik

ReJo Bukan Barisan Sakit Hati SBY

SABTU, 28 APRIL 2018 | 22:23 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

ReJo alias Relawan Jokowi tidak ada kaitannya dengan Partai Demokrat. Apalagi bila disebut ReJo didirikan oleh barisan sakit hati terhadap Susilo Bambang Yudhyono (SBY).

Demikian ditegaskan Ketua Umum ReJo, HM Darmizal. Darmizal merupakan salah satu pendiri Partai Demokrat. Di DPP Demokrat dia saat ini menjabat wakil ketua komisi pengawas.

"Tidak ada kaitannya dengan Partai Demokrat. Gerakan ini murni inisiatif pribadi tidak ada kaitannya dengan Partai Demokrat," ujar Darmizal.


Darmizal mengatakan alasan utama berdirinya ReJo adalah keberlanjutan pembangunan Indonesia. Pembangunan insfrastuktur yang jalankan saat SBY saat menjabat sebagai presiden selama 10 tahun sudah diteruskan oleh Jokowi.

"Jadi, kita menilai Jokowi harus menuntaskan pembangunan infrastuktur yang belum terselesaikan dengan cara memilih Jokowi kembali dalam Pilpres 2019 mendatang," katanya.

Darmizal mengatakan pendiri Demokrat lainnya yang kini aktif di Majelis Tinggi Partai Demokrat, Vence Rumangkang, masuk dalam jajaran pembina ReJo. Nama lain sebagai pembina ReJo adalah mantan Menpora Hayono Isman dan mantan Panglima Kodam Iskandar Muda Mayjen (Purn) Djali Yusuf.

Darmizal mengungkapkan ormas yang dipimpinnya diperkuat banyak tokoh nasional antara lain Freddy Numberi, Ferari Roemawi, Sri Mulyono, Habib Ali Al Attas, Abdurrahman Abdullah, Fauzi Bahar, A. Zaki, Wayan Gunastre, Senja Nirwana.

"Tokoh-tokoh lainnya juga sudah menyatakan bergabung," katanya.

ReJo akan dideklarasikan pada minggu pertama Mei mendatang di Jakarta. Darmizal menambahkan deklarasi akan dihadiri mantan Ketua DPR Marzuki Alie.[dem]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya