Berita

Politik

Tenaga Kerja Tiongkok Tak Menguntungkan RI

SABTU, 28 APRIL 2018 | 21:29 WIB | LAPORAN:

. Politisasi isu Tenaga Kerja Asing (TKA) terutama pekerja dari Tiongkok benar adanya. Terlebih, setelah terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 20 Tahun 2018.

Demikian disampaikan Ketua DPP Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Muchtar Pakpahan dalam sebuah diskusi di kawasan Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (28/4).

"Kalau disebut ada usaha politisasi presiden, ya sudah lakukan politisasi. Kenapa diterbitkan perpres pada tahun politik? Lalu malah aneh kalau kami serikat buruh jadi diam karena ini menyangkut nasib kami. Yang menuduh itulah yang membuat ini jadi politik," ujarnya.


Muchtar mengatakan selama ini tak percaya data TKA yang masuk Indonesia.

"Ssaya sejak 78 jadi aktivis buruh tak pernah percaya data ketenakerjaan karena saya selalu dapatnya tak akurat. Yang selalu saya pakai adalah data ILO. Saya pernah pimpin ILO dua periode jadi tahu data lebih akurat daripada yang kita miliki," imbuhnya.

Datangnya TKA Tiongkok ke Indonesia menurut Muchtar tak membawa untung bagi Indonesia.

"Saya bilang tadi dia hanya bawa modal, dia bawa manager, dia bawa buruh kasarnya lalu dia bawa produk, dia pulang bawa untung, kotorannya ditinggalkan," tandasnya.[dem]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya