Berita

Politik

Polisi, Tangkap Pengunggah Video Rekaman Menteri Rini Dan Dirut PLN!

SABTU, 28 APRIL 2018 | 19:54 WIB | LAPORAN:

. Pihak kepolisian didesak menangkap pengugah video rekaman percakapan Menteri BUMN Rini Soemarno dan Direktur PLN Sofyan Basir.

Federasi Serikat Pekerja (FSP) BUMN Bersatu menilai isi rekaman percakapan mendiskreditkan dan merugikan nama pemerintah.

"Rekaman percakapan antara Menteri BUMN Dan Dirut PLN yang meyebar di medsos bukan membicarakan bagi-bagi fee, tapi merupakan pembicaraan dalam upaya kerja sama PLN dan Pertamina dengan pihak swasta," kata Sekjen FSP BUMN Bersatu Tri Sasono
 dalam keterangannya, Sabtu (28/4).

 dalam keterangannya, Sabtu (28/4).

Dia mengatakan dalam rekaman yang sudah diedit tersebut justru Menteri BUMN dan Dirut PLN berupaya untuk mendapatkan share kepemilikan lebih besar dalam proyek kerjasama, sehingga PLN dan Pertamina menjadi majority share holder dalam proyek yang dikerjasamakan.

"Rekaman yang terpotong sengaja dimodifikasi untuk mendiskreditkan Menteri BUMN seakan-akan ada bagi-bagi fee," kata Tri Sasono.


Berdasarkan pengamatan Tri, pembicaraan Rini dan Sofyan terjadi pada medio 2016 dimana Pertamina tengah menjajaki tawaran kerja sama dengan PT Bumi Sarana Migas untuk membangun terminal energi  terpadu gas alam cair atau LNG di Bojanegara, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Pembangunan kilang ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan gas di Jawa Barat.

Proyek terminal gas yang rencananya dibangun di Bojanegara rencanya menyalurkan gas ke salah satu pembangkit listrik PLN di Muara Tawar, dimana Menteri BUMN meminta PLN untuk ikut serta sebagai pemegang saham dalam terminal gas Bojanegara itu.

Dikatakan dia, proyek kerjasama pembangunan terminal pengelolaan gas LNG  Bojanegara antara Pertamina dengan BSM yang mengandeng Gas Mitsui, sampai hari belum berjalan karena pihak di luar Pertamina dan PLN keberatan dengan permintaan saham majority oleh Pertamina dan BUMN.

"Jadi tidak benar rekaman pembicaraan yang beredar antara Menteri BUMN dan Dirut PLN seakan-akan bagi bagi Fee. Karena itu kami mendesak pihak kepolisian untuk menyelidiki dalang penyebar video rekaman yang bernada fitnah tersebut," tukasnya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya