Berita

Imam Nahrowi/Net

Politik

Menpora Puji Aksi Sosial Fatayat Di Ambon

SABTU, 28 APRIL 2018 | 05:41 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Konferensi Besar Fatayat Nahdlatul Ulama ke-16 di Ambon, Maluku, tidak hanya menggelar rapat pembahasan masalah internal dan eksternal semata. Ada aksi sosial nyata yang dikerjakan oleh Fatayat NU, yaitu bakti sosial.

Bakti sosial ini turut melibatkan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi, Kepala Dispora Maluku, jajaran Pemkot Kota Ambon. Menteri Imam menyerahkan secara langsung bantuan peralatan sekolah pada 100 anak di Negeri Batu Merah itu.
 
Dalam kesempatan ini, Imam memuji ide Fatayat NU itu. Sebab, belum ada kegiatan ormas perempuan besar yang melaksanakan bakti sosial secara massal.  


"Ini baru pertama kalinya ada kegiatan besar ormas perempuan yang turun langsung ke masyarakat dengan bekerja bakti, biasanya kan hanya seminar dan diskusi," paparnya sebagaimana keterangan tertulis yang diterima redaksi, Jumat (27/4).

Selain membagikan peralatan sekolah, acara ini turut mewarnai tembok rumah warga. Ada 100 rumah yang dicat. Para warga yang rumahnya dicat mengaku senang dengan kegiatan ini.

Tidak hanya itu, ada juga aksi membuat mural di Jembatan Batu Merah. Giat ini turut melibatkan Komunitas Pemuda Kreatif Ambon.

"Saat kita lelah dan jenuh dengan kondisi politik dan ekonomi negeri ini, seni budaya bagaikan rumah kembali,” kesan Menpora.

Mural yang digoreskan mengandung pesan kebangsaan. Pesan yang disampaikan antara lain “Cinta Tanah Air adalah Bagian dari Iman". Tampak pula mural wajah beberapa tokoh nasional.

"Seni dan budaya menurut saya adalah senjata paling ampuh saat ini untuk kembali menyatukan bangsa dari ancaman perpecahan. Seni bisa menjadi media penyampaian informasi yang bisa diterima semua kalangan" tambah Menpora.

Sementara itu, Ketua Umum Fatayat NU, Anggia Ermarini menjelaskan bahwa ide pembuatan mural ini muncul karena Fatayat ingin meninggalkan sesuatu yang berkesan di Ambon.

"Ini ide yang fresh, berawal dari obrolan di warung kopi bareng sama pengurus Fatayat lainnya. Intinya kita ingin meninggalkan prasasti seni di Ambon setelah perhelatan Konbes ini selesai agar masyarakat terkesan dan terus mengingat Fatayat," tukasnya. [ian]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya