Berita

Akbar Tanjung/Net

Politik

Akbar Tandjung Bisa Jadi Solusi Untuk Pendamping Jokowi

KAMIS, 26 APRIL 2018 | 15:11 WIB | LAPORAN:

Dinamika proses pencalonan presiden  (capres) dan wakil presiden (wapres) terus bergerak.

Nama politisi senior Golkar, Akbar Tandjung pun masuk bursa survei cawapres. Selain Akbar ada  politisi senior lain muncul seperti Surya Paloh dan Wirando.

Kemunculan Akbar Tandjung  yang masih di partai yang pernah dipimpinnya, dapat memberikan solusi jika terjadi kebuntuan menentukan cawapres Jokowi.
 

 
"Dengan kemampuan lobi dan jaringan yang sangat luas, pengalaman yang panjang, saya kira Akbar Tandjung dan Golkarnya, jadi solusi atas kebuntuan situasi. Terutama ketika ketua umum partai pendukung Jokowi, semuanya ingin menjadi cawapres," ujar Direktur Eksekutif Lembaga Survei Independen Nusantara, Yasin Muhammad menyikapi kemunculan nama Akbar Tandjung dalam survei Independent Data Survey (IDS), Kamis (26/4).

Kebuntuan situasi yang dimaksud Yasin, para ketua umum partai  pendukung yang hampir semuanya menginginkan dipinang sebagai cawapres Jokowi, maka peran Akbar Tandjung yang kini menjabat wakil ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar, menjadi penengah. Dalam proses, apabila terjadi kebuntuan atau deadlock, maka kemungkinan itu akan membuat Akbar malah menjadi pilihan utama Jokowi.

Yasin mengatakan, sebagai politisi, Akbar sudah sangat dikenal figur yang  mampu meredam konflik. Bahkan kepemimpinannya di Golkar mampu mengantarkan partai ini jadi pemenang Pemilu. Pengalaman di pemerintahan yang cukup lama serta pernah menjabat Ketua DPR "Semua pengalaman ini sangat pas menjadi pendamping Jokowi."

Dia juga mengatakan bahwa sampai saat ini Akbar masih aktif dan terus memberikan dharma baktinya baik bagi Partai Golkar maupun bagi pembangunan manusia Indonesia melalui serangkaian kegiatannya di berbagai daerah.

"Tanpa lelah, Akbar terus berbagi ilmu dan pengalaman, sampai ke kota kecamatan. Ini bisa ditiru tokoh lain," katanya.

Di samping itu, Yasin juga menyinggung posisi strategis Partai Golkar sebagai salah satu partai pengusung Jokowi. Selain Golkar ada PDIP dan sederet partai lain yang sejak awal mendukung Jokowi. Dipastikan situasi dan perkembangan menjelang penaetapan cawapres semakin dinamis.

"Namun, apabila PDIP memaksakan kehendaknya, misalnya mengajukan Puan sebagai cawapres, maka konstelasi partai pendukung bisa berubah. Di sini, posisi dan peran Akbar makin berkibar dan peluang untuk dipilih Jokowi menjadi besar," katanya.

Sebelumnya, peneliti IDS, Edhy Aruman mengumumkan hasil survei IDS mengenai elektabilitas capres dan cawapres. Untuk kandidat cawapres, muncul antara lain nama Akbar Tandjung.

Meski tingkat elektabilitasnya masih sekitar dua, tetapi, sudah mengalahkan nama Wali Kota Bandung Ridwan Kamil yang kini maju sebagai salah satu calon gubernur Jawa Barat. Akbar  dalam survei ini juga mengalahkan Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar yang kini mengampanyekan diri sebagai cawapres. [wid]

 

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya