Berita

Fahri Hamzah/RMOL

Politik

Timwas TKI DPR Yang Dipimpin Fahri Hamzah Kunker Ke Taipei

KAMIS, 26 APRIL 2018 | 13:36 WIB | LAPORAN:

. Tim Pengawas Tenaga Kerja Indonesia (Timwas TKI) DPR RI yang dipimpin Wakil Ketua DPR Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat (Korkesra) Fahri Hamzah melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Taipei, Taiwan selama sepekan. Kunker sebagai kelanjutan dari tugas Timwas untuk melakukan berbagai identifikasi masalah pada masa pra penempatan TKI.

Menurut jadwal, rombongan yang terdiri dari delapan anggota DPR kunjungi Taiwan sejak 25 April sampai 1 Mei 2018. Dalam kunjungannya, Ketua Timwas TKI DPR Fahri Hamzah dan rombongan akan melakukan sejumlah pertemuan, yakni pada Rabu (25/4) melakukan pertemuan dengan Pejabat Kantor Dagang Ekonomi Indonesia (KDEI); pertemuan dengan PMI; pertemuan dengan Asosiasi ABK Indonesia.

Kemudian pada Jumat (27/4), rombongan Timwas melakukan pertemuan dengan Ombudsman Taiwan; pertemuan dengan PJTKI Taiwan; pertemuan dengan Asosiasi Agency ABK Taiwan. Selanjutnya, Sabtu (28/4) melakukan pertemuan dengan PMI; kunjungan ke Pelabuhan ABK (Yi Lan/Su AU); kunjungan ke shelter PMI di Taipei.


Rombongan tediri dari Ketua Timwas TKI DPR Fahri Hamzah, Wakil Ketua Komisi IX DPR Saleh Partaonan Daulay (F-PAN), Ichsan Soelistio (F-PDIP), Amelia Anggraini (F-Nasdem), Ahmad Zainuddin (F-PKS), Muhammad Iqbal (F-PPP), Harry Mirazdi (F-Gerindra), dan Dave Laksono (F-PG).

Sedang dalam pertemuannya dengan dengan para pekerja Migran Indonesia di Taiwan, Fahri Hamzah menyampaikan kalau DPR telah mengesahkan UU 18/2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (UU PPMI).

"Alhamdulillah dengan Undang-Undang (PPMI) itu, mudah-mudahan saudara sekalian yang bekerja di luar negara akan mendapatkan hak-haknya sebagaimana mestinya," harap politisi dari PKS itu.

Memang diakui Fahri, ada sedikit masalah hubungan diplomatik luar negeri antara Indonesia dengan Taiwan, dengan adanya One China Policy (kebijakan satu Cina). Kendati demikian, Indonesia sangat menghormati posisi tersebut.

"Tetapi itu tidak mengurangi ikhtiar negara dan bangsa kita, untuk mengintegrasikan perlindungan bagi seluruh pekerja Indonesia yang berada di luar negara. Maka, kehadiran KDEI ini sebagai salah satu ikhtiar kita yang kuat, yang Insya Allah dengan Undang-Undang yang baru nanti peran dan posisinya semakin diperkuat, sehingga seluruh hak-hak warga negara, apa pun itu dapat terselesaikan sebaik-baiknya," kata anggota DPR dari Dapil Nusa Tenggara Barat (NTB) itu.

Karena itu, Fahri mengharapkan kepada pekeja migran Indonesia lebih banyak ingin tahu, berkonsultasi dan saling berkomunikasi secara terbuka, sehingga tidak ada masalah yang disimpan sendiri.

"Kalau stres, jangan disimpan sendiri. Harus saling tebuka satu sama lainnya. Sekali lagi, kita adalah keluarga besar bangsa Indonesia, marilah kita kembangan kultur kerjasama sehingga bisa saling membantu. Negara akan membantu semua warga negaranya, karena tujuan bernegara adalah melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia," ucap Fahri Hamzah. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya