Berita

Kepala Perwakilan Suriah di Indonesia, Ziad Zaheredin/RMOL

Dunia

Konlfik Suriah

Serang Suriah, AS Dan Sekutu Langgar Perdamaian Dunia

KAMIS, 26 APRIL 2018 | 00:13 WIB | LAPORAN:

RMOL. Pemerintah Suriah melalui Menteri Luar Negerinya melayangkan dua surat kepada Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB dan kepala (DK) PBB. Khususnya, terkait serangan Amerika Serikat (AS) dan para sekutunya yaitu Perancis dan Inggris, beberapa waktu lalu.

Melalui surat tersebut dilaporkan, bahwa serangan AS dan sekutunya telah menghancurkan beberapa gedung penelitian di Barzch di Damaskus.

"Serangan ini juga menyebabkan beberapa kerusakan di pusat pendidikan dan laboraturium di dekat Homs. Tiga warga sipil yang sedang berada dekat wilayah itu juga mengalami luka-luka," terang pihak Kementerian Luar Negeri Suriah dirilis dari Kedutaan Besar Suriah untuk Indonesia kepada redaksi, Rabu (25/4).

Serangan ini, kata pemerintah Suriah, merupakan bentuk tekanan dari rezim barat yang frustasi. Karena Suriah sebentar lagi akan bisa merebut wilayah dari teroris.

Peluncuran misil tersebut juga bertepatan dengan investigasi dari pihak Organisasi Pelarangan Senjata Kimia alias OPCW (Organisation for the Prohibition of Chemical Weapons).

"Ini menunjukkan bahwa serangan itu bertujuan untuk menghambat investigasi yang ditakutkan akan menghasilkan sesuatu yang tidak terbukti. Bahwa senjata kimia digunakan di Suriah," lanjut pernyataan tersebut.

"Ini menunjukkan bahwa serangan itu bertujuan untuk menghambat investigasi yang ditakutkan akan menghasilkan sesuatu yang tidak terbukti. Bahwa senjata kimia digunakan di Suriah," lanjut pernyataan tersebut.

Menurut pemerintah Suriah, serangan ini merupakan kecerobohan yang dibuat oleh AS dan sekutunya. Teknisnya, dengan melegalkan serangan. Padahal, mereka adalah anggota PBB yang harusnya memprioritaskan perdamaian dunia.

Seperti diketahui, AS dan sekutunya menyerang Suriah dengan 110 misil. Mereka menargetkan Damaskus dan beberapa daerah dan kota di Suriah. Namun, serangan-serangan tersebut berhasil diredam oleh sistem pertahanan udara Suriah. [sam]


Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Skandal Hibah Daerah, KPK: Rp83 Triliun Rawan Bancakan

Senin, 20 April 2026 | 12:16

Spirit KAA 1955 Bukan Nostalgia tapi Agenda Ekonomi Global Selatan

Senin, 20 April 2026 | 12:05

Keresahan JK soal Ijazah Jokowi Mewakili Rakyat Indonesia

Senin, 20 April 2026 | 12:01

Lusa, Kloter Pertama Jemaah Haji RI Mendarat di Madinah

Senin, 20 April 2026 | 11:55

Harris Bongkar Peran Netanyahu di Balik Keputusan Perang Trump

Senin, 20 April 2026 | 11:43

Emas Antam Merosot, Ini Harga Terbarunya

Senin, 20 April 2026 | 11:27

Amanah Gandeng Kampus dan Pemda Bangun Ekosistem Pemuda

Senin, 20 April 2026 | 11:25

Tangkapan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Tembus 6,98 Ton

Senin, 20 April 2026 | 11:06

Wapres AS Kembali Pimpin Delegasi ke Islamabad untuk Negosiasi Iran

Senin, 20 April 2026 | 10:55

Iran Akui Kapalnya Dibajak AS, Ancam Serangan Balasan

Senin, 20 April 2026 | 10:34

Selengkapnya