Berita

Najib Razak/Net

Dunia

Najib Ngedumel

Oposisi Sebut Malaysia Bangkrut
RABU, 25 APRIL 2018 | 10:11 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Suhu politik di Malaysia kian memanas jelang Pemilu yang digelar 9 Mei nanti. Berbagai isu digunakan oposisi menyerang pemerintahan Perdana Menteri Najib Razak. Termasuk soal utang Malaysia yang menggunung dan potensi negara bangkrut. Menghadapi serangan itu, Najib ngedumel di akun Twitter miliknya.

Seperti di Indonesia, utang Malaysia yang menggunung jadi bahan kritik bagi oposisi di Negeri Jiran. tang Malaysia saat ini memang menumpuk. Lebih besar dari utang Indonesia. Rasio terhadap PDB-nya sudah mencapai 52 persen. Di Indonesia rasionya baru 29 persen. Dan memang baru kali ini utang pemerintah Malaysia dipersoalkan karena saking besarnya. Apalagi oposisi mempertanyakan pengelolaan uang publik yang dikelola pemerintah akibat munculnya skandal korupsi 1MDB. Korupsi terbesar di Malaysia. Yang nilainya sekitar Rp 54 triliun. Oposisi menyebut, utang pemerintah tersebut bisa bikin Malaysia bangkrut.

Najib bereaksi juga diserang soal utang. Di akun Twitter miliknya @ NajibRazak, dia menjelaskan bagaimana pengelolaan ekonomi pemerintah. Najib mengatakan pemerintah justru berhasil mengelola sejumlah dana publik seperti tabungan haji, Bank Rakyat hingga dana pensiun publik (KWAP).


Jumlah dana ini tumbuh seiring perkembangan ekonomi Malaysia. Dia mencontohkan, dana KWAP sekarang telah mencapai sekitar Rp 32,2 triliun (sekitar 9 miliar ringgit), yang merupakan jumlah tertinggi. "Dana-dana ini selalu menjadi sasaran politik jahat oposisi, yang digunakan untuk menakut-nakuti rakyat seolah-olah negara ini akan bangkrut," kata Najib lewat cuitannya di Twitter.

Najib juga mencuit berbagai kegiatan kampanye yang dilakukan menjelang Pemilu Malaysia 2018. Dia mengunggah rekaman peresmian sekolah untuk komunitas China. Najib juga menjanjikan pemerintah akan membuka lapangan kerja untuk 3 juta orang dalam lima tahun ke depan.

Di masa kampanye, pemerintah Malaysia memang mendapat serangan di media sosial. Bahkan, Najib sampai mengomentari berbagai isu dengan tagar #tsunamiPHitnah.

Terpisah, Pengadilan Tinggi Malaysia membatalkan keputusan pemerintah yang membekukan sementara Partai Pribumi Bersatu Malaysia pimpinan eks Perdana Menteri Mahathir Mohamad. Ini artinya, calon anggota parlemen dari PPBM bisa berkampanye menggunakan simbol partai sendiri. Sebelumnya, Mahathir menyarankan para calegnya maju lewat jalur independen.

Hakim beralasan jika putusan ini tidak dikeluarkan maka akan menimbulkan kerusakan terhadap partai, yang tidak bisa diperbaiki.

"Dalam kasus ini, penggugat mewakili partai politik yang akan berkompetisi pada pemilihan umum yang akan datang," kata Azizah Nawawi, Hakim Pengadilan Tinggi Malaysia, seperti dilansir Channel News Asia.

Menanggapi putusan pengadilan, Presiden PPBM Muhyiddin Yasin mengatakan para calon anggota legislatif 2018 dari PPBM tetap menggunakan logo Partai Keadilan Rakyat, yang merupakan sesama anggota partai koalisi Pakatan Harapan. "Untuk Pemilu 9 Mei, aturan yang disetujui menggunakan logo tunggal yaitu PKR dan putusan pengadilan hari ini tidak mengubah persiapan kita," kata Muhyiddin seperti dilansir media Astroawani.

Seperti diberitakan sebelumnya, kantor Registrar of Societies, yang bernaung di bawah Kementerian Dalam Negeri Malaysia, memutuskan membekukan sementara Partai Pribumi selama sebulan.

Alasannya, pengurus PPBM belum menyerahkan dokumentasi dan informasi yang diperlukan. Keputusan RoS awal April 2018 ini menimbulkan kontroversial karena dikeluarkan secara tiba-tiba. Pada saat yang sama, RoS memberikan kemudahan bagi Partai Umno, yang dipimpin Najib Razak, untuk menunda pelaksanaan pemilihan ketua umum yang telah tertunda dua kali hingga tahun depan.  ***

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Skandal Hibah Daerah, KPK: Rp83 Triliun Rawan Bancakan

Senin, 20 April 2026 | 12:16

Spirit KAA 1955 Bukan Nostalgia tapi Agenda Ekonomi Global Selatan

Senin, 20 April 2026 | 12:05

Keresahan JK soal Ijazah Jokowi Mewakili Rakyat Indonesia

Senin, 20 April 2026 | 12:01

Lusa, Kloter Pertama Jemaah Haji RI Mendarat di Madinah

Senin, 20 April 2026 | 11:55

Harris Bongkar Peran Netanyahu di Balik Keputusan Perang Trump

Senin, 20 April 2026 | 11:43

Emas Antam Merosot, Ini Harga Terbarunya

Senin, 20 April 2026 | 11:27

Amanah Gandeng Kampus dan Pemda Bangun Ekosistem Pemuda

Senin, 20 April 2026 | 11:25

Tangkapan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Tembus 6,98 Ton

Senin, 20 April 2026 | 11:06

Wapres AS Kembali Pimpin Delegasi ke Islamabad untuk Negosiasi Iran

Senin, 20 April 2026 | 10:55

Iran Akui Kapalnya Dibajak AS, Ancam Serangan Balasan

Senin, 20 April 2026 | 10:34

Selengkapnya