Berita

Presiden Nikaragua Daniel Ortega/Net

Dunia

Protes Meluas, Presiden Nikaragua Semakin Tertekan

RABU, 25 APRIL 2018 | 10:01 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Presiden Nikaragua Daniel Ortega berada di bawah tekanan menyusul meluasnya unjuk rasa.

Demonstrasi terus terjadi meski Ortega mencabut resolusi reformasi sistem pensiun.

Seperti dikutip AFP, unjuk rasa di Nikaragua, Senin (23/4) me­newaskan sedikitnya 27 orang. Puluhan ribu orang tumpah ke jalanan Managua, ibu kota Nikaragua. Mereka mendesak Pemerintah Nikaragua berhenti menekan demonstran dengan kekuatan militer.


Massa terdiri dari kaum peker­ja, mahasiswa, pebisnis dan warga biasa. Mereka membawa bendera Nikaragua di jalanan ibu kota. Mereka menyanyikan lagu nasional sembari mendesak pe­merintah segera membebaskan demonstran yang ditahan.

Sejumlah mahasiswa yang memimpin protes bertekad melanjutkan aksi hingga Or­tega dan istrinya, Wakil Presiden Rosario Murillo, lengser.

Untuk menenangkan pengun­juk rasa, Ortega dan Murillo menggelar konferensi pers yang intinya adalah janji membebas­kan tahanan. Murillo menegas­kan kesempatan dialog tetap terbuka dan semua masalah bisa dibicarakan.

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) menyeru­kan dialog untuk mengakhiri konflik dan memulihkan HAM. ASmendesak pemerintah Nikaragua membiarkan media bekerja dengan bebas.

"Kami mengecam kekerasan dan kekuatan berlebihan yang digunakan kepolisian dan lain­nya pada warga sipil yang meng­gunakan hak mereka untuk berkumpul dan mengungkapkan pendapat dengan bebas," ujar juru bicara Deplu AS Heather Nauert.

Aksi kekerasan ini menjadi yang paling mematikan di Nikara­gua sejak Presiden Daniel Ortega menjabat pada 2007. Protes me­letus usai Ortega mengesahkan resolusi reformasi pensiun.

Pencabutan resolusi telah diu­mumkan Minggu (22/4).

"Resolusi yang baru saja disetujui Dewan Keamanan Sosial resmi dicabut, yang berarti, itu dibatalkan," kata Ortega. ***

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Skandal Hibah Daerah, KPK: Rp83 Triliun Rawan Bancakan

Senin, 20 April 2026 | 12:16

Spirit KAA 1955 Bukan Nostalgia tapi Agenda Ekonomi Global Selatan

Senin, 20 April 2026 | 12:05

Keresahan JK soal Ijazah Jokowi Mewakili Rakyat Indonesia

Senin, 20 April 2026 | 12:01

Lusa, Kloter Pertama Jemaah Haji RI Mendarat di Madinah

Senin, 20 April 2026 | 11:55

Harris Bongkar Peran Netanyahu di Balik Keputusan Perang Trump

Senin, 20 April 2026 | 11:43

Emas Antam Merosot, Ini Harga Terbarunya

Senin, 20 April 2026 | 11:27

Amanah Gandeng Kampus dan Pemda Bangun Ekosistem Pemuda

Senin, 20 April 2026 | 11:25

Tangkapan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Tembus 6,98 Ton

Senin, 20 April 2026 | 11:06

Wapres AS Kembali Pimpin Delegasi ke Islamabad untuk Negosiasi Iran

Senin, 20 April 2026 | 10:55

Iran Akui Kapalnya Dibajak AS, Ancam Serangan Balasan

Senin, 20 April 2026 | 10:34

Selengkapnya