Berita

Kemacetan di sekitar Tugu Proklamasi/Istimewa

Nusantara

Banyak Keluhan Masyarakat, Rekayasa Lalu Lintas Tugu Proklamasi Akan Dievaluasi

SELASA, 24 APRIL 2018 | 07:42 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Kemacetan yang semakin parah di sekitar Jalan Tugu Proklamasi (Tuprok) Jakarta akibat rekayasa lalu lintas beberapa waktu terakhir menyita perhatian Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno.

Jalan yang semula satu arah itu, kini menjadi dua arah akibat rekayasa lalu lintas yang dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta melalui Dishub DKI Jakarta pasca dibukanya Underpass Matraman bulan ini.

Pembagian jalan dilakukan menggunakan barrier atau pembatas beton yang dipasang dari depan kantor DPP Partai Demokrat hingga persimpangan Megaria. Akibatnya, kemacetan semakin parah terjadi.


"Sekarang bebannya tidak bertambah. Jalannya bertambah, bebannya tidak bertambah. Tapi kok macet? Ini kan ada rekayasa lalu lintas yang tidak tersosialisasikan dengan baik," kata Sandiaga di Balaikota awal pekan ini.

Karena itulah, Sandiaga menyebut bahwa Pemprov DKI Jakarta akan segera mengevaluasi rekayasa lalu lintas tersebut. Dia juga mengucapkan terimakasih atas masukan dan saran dari masyarakat Jakarta atas rekayasa lalu lintas yang selama ini kurang efektif.

"Karena ini masih uji coba, masih evaluasi, tapi masukan masyarakat kita terima, kita lihat nanti bagaimana rekayasa lalu lintas ini kan. Karena yang menjadi penyebab kemacetan ini adalah rekayasa lalu lintas," demikian Sandiaga.

Beberapa warga DKI Jakarta sebelumnya mengeluhkan rekayasa lalu lintas yang diterapkan Pemprov DKI Jakarta disekitaran Jalan Tugu Proklamasi. Bahkan, ada beberapa yang menyalahkan pembangunan Underpass Matraman tersebut. [mel]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya