Berita

Dunia

Polri Tunggu Lampu Hijau Laksanakan Misi Perdamaian Dari PBB

SENIN, 23 APRIL 2018 | 18:39 WIB | LAPORAN:

Karomisintel Hubungan Internasional Polri, Brigjen Krishna Murti mengatakan pihaknya masih menunggu kabar dari PBB terkait pengiriman delegasi Polri sebagai pasukan Formed Police Unit (FPU) di satu misi PBB.

"Rencana keberangkatan menunggu hasil assesment dari tim Assessment and Advisory Visit (AAV). Itu sangat tergantung dari PBB, kita tidak bisa menentukan tapi janji mereka tidak lebih dari satu bulan keputusannya," kata Krishna dalam keterangan yang diterima redaksi, Senin (23/4).

Ia menjelaskan tim AVV hari ini melakukan pengecekan terhadap kesiapan pasukan di Cikeas, Jawa Barat. Menurut dia, delegasi yang melakukan pengecekan antara lain Ata Yenigun Chief of Selection and Recruitmen UNDPKO, Younese Greffi Reprentative dari Logistic DFS (Department Field Support).


Selain itu delegasi yang melakukan pengecejan juga ada dari UNSAAT Tim terdiri dari Osama Police Advicer UNAMID dan Kellen Police Advisee UNMISS. Sementara itu, selain pasukan pendukung dan pasukan taktis, 200 pasukan SWAT yang terdiri dari 23 polisi wanita juga turut ambil bagian.

"Tujuannya untuk memastikan Indonesia siap mengirimkan pasukan dan logistik untuk mendukung perdamaian dunia, baik menyangkut kesiapan fasilitas, sarana, prasarana, perlengkapan, senjata serta performance atau kemampuan," ujarnya.

Menurut dia, dalam waktu dekat PBB akan memutuskan apakah Indonesia masuk dalam daftar utama sebagai pasukan perdamaian. Hal semacam ini diakui Khrisna sebagai kebanggaan bagi Polri dan bangsa Indonesia.

"Karena kontribusi yang diberikan adalah kontribusi pada perdamaian dunia, nanti mereka akan memberi laporan tentang masukan-masukan ke Indonesia kira-kira kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan oleh PBB dalam misi," jelas dia.

Untuk penempatan, Khrisna mengatakan hak penuh PBB. Meski demikian saat ini ada tiga misi alternatif, diantaranya misi perdamaian PBB di Sudan, misi perdamaian PBB di Mali dan misi perdamaian PBB di Afrika Tengah.

"Jadi itu betul-betul tidak bisa tergantung kita," katanya.

Jika Indonesia lolos seleksi, lanjut Khrisna, maka PBB akan mengajukan salah satu negara yang akan menjadi wilayah untuk penempatan pasukan perdamaian PBB asal Tanah Air. Dan Indonesia bebas memutuskan apakah akan menerima tugas tersebut atau tidak.

"Kalau Indonesia menerima, maka akan terjadi MoU antara pemerintah Indonesia dengan PBB dan Polri akan melaksanakan MoU itu atas keputusan politik pemerintah Indonesia," tandasnya.[dem]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Skandal Hibah Daerah, KPK: Rp83 Triliun Rawan Bancakan

Senin, 20 April 2026 | 12:16

Spirit KAA 1955 Bukan Nostalgia tapi Agenda Ekonomi Global Selatan

Senin, 20 April 2026 | 12:05

Keresahan JK soal Ijazah Jokowi Mewakili Rakyat Indonesia

Senin, 20 April 2026 | 12:01

Lusa, Kloter Pertama Jemaah Haji RI Mendarat di Madinah

Senin, 20 April 2026 | 11:55

Harris Bongkar Peran Netanyahu di Balik Keputusan Perang Trump

Senin, 20 April 2026 | 11:43

Emas Antam Merosot, Ini Harga Terbarunya

Senin, 20 April 2026 | 11:27

Amanah Gandeng Kampus dan Pemda Bangun Ekosistem Pemuda

Senin, 20 April 2026 | 11:25

Tangkapan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Tembus 6,98 Ton

Senin, 20 April 2026 | 11:06

Wapres AS Kembali Pimpin Delegasi ke Islamabad untuk Negosiasi Iran

Senin, 20 April 2026 | 10:55

Iran Akui Kapalnya Dibajak AS, Ancam Serangan Balasan

Senin, 20 April 2026 | 10:34

Selengkapnya