Berita

Foto/Net

Politik

TKA Ilegal Gampang Masuk Karena Pengawasan Lemah

SENIN, 23 APRIL 2018 | 11:58 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Sistem pengawasan yang masih lemah menjadi salah satu penyebab membanjirnya tenaga kerja asing (TKA) ilegal di Indonesia.

"TKA gampang masuk ke Indonesia karena sistem pengawasan yang masih lemah, dan kordinasi antara kementerian dan lembaga juga masih lemah," kata Direktur Eksekutif Nasionalis Institute, Andy William Sinaga kepada redaksi, Senin (23/4).

Menurut Andy, seharusnya pihak imigrasi melakukan prosedur ketat untuk memeriksa dokumen perjalanan orang asing secara ketat.


"Tim Pengawasan Orang Asing perlu diperbanyak setiap titik kedatangan di seluruh bandara dan pelabuhan masuk, khususnya yang rawan masuknya TKA," terangnya.

Bila perlu, tambah Andy, untuk mengurangi dan menyetop TKA ilegal masuk ke Indonesia, di setiap daerah dibuat peraturan daerah (Perda) tentang TKA.

Hasil investigasi Ombudsman RI mengungkapkan ada dua pesawat membawa tenaga kerja asing (TKA) ke Indonesia setiap hari. Setiap harinya ada TKA asal Tiongkok. Sebanyak 70 persen TKA didatangkan menggunakan pesawat terbang dan 30 persen sisanya menggunakan transportasi laut.

Anggota Ombudsman RI Laode Ida mengatakan, arus penerbangan TKA terbanyak setiap harinya adalah di Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara. [rus]

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

BGN Setop Sementara Operasional 1.276 SPPG, Ini Sebabnya

Kamis, 17 September 2026 | 01:56

DPR Apresiasi Kejagung Sita Aset dalam Kasus Febrie Tanpa Pandang Bulu

Kamis, 17 September 2026 | 01:30

Perang Dunia Ketiga Is Coming?

Kamis, 17 September 2026 | 01:04

KKP dan FAO Bidik Sektor Perikanan Genjot Ketahanan Pangan

Kamis, 17 September 2026 | 00:49

Kasus Teror di Papua Bikin Masyarakat Ragu dengan Kemampuan TNI-Polri

Kamis, 17 September 2026 | 00:20

Pemimpin Merupakan Refleksi Sistem Politik yang Dibangun Masyarakat

Kamis, 17 September 2026 | 00:01

Pergantian Menteri Harus Jadi Momentum Perkuat Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 16 September 2026 | 23:35

Ada “Nama Ajaib”, Bos Pajak dan Bea Cukai Minta Rotasi Era Purbaya Dibatalkan

Rabu, 16 September 2026 | 23:08

KPK Didesak Bongkar Jaringan Sistematis Korupsi Layanan ATR/BPN

Rabu, 16 September 2026 | 22:41

Prabowo: PT Timah Untung 900 Persen Berkat Efisiensi BUMN

Rabu, 16 September 2026 | 22:36

Selengkapnya