Berita

Raja Salman/Net

Dunia

Saudi Diserang Hoaks Kudeta

Raja Salman Disebut Diamankan Di Bunker
SENIN, 23 APRIL 2018 | 10:27 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Hoaks tidak hanya ramai di Indonesia, di Arab Saudi juga terjadi. Kabar palsu ini cukup menggegerkan karena disebutkan ada kudeta di Istana Raja Salman. Sang Raja juga disebut-sebut diamankan di dalam bunker.

Hoaks ini muncul setelah sejumlah warga yang berada di area Istana Raja Salman di Riyadh, sekitar pukul 20.00 waktu setempat Sabtu (21/4) mendengar rentetan senapan dari dalam Istana. Banyak yang mengabadikan peristiwa tersebut, salah satunya Haidar Sumeri. Haidar mengabadikan peristiwa itu melalui video berdurasi 28 detik. Terlihat, dia mengambil gambar sambil bersembunyi di balik dinding. Dia mengambil objek dua mobil polisi dengan sirine menyala standby di jalan luar Istana.

Menjadi heboh, karena dalam video itu terdengar berkali-kali suara rentetan senjata. Sesekali dia mengambil gambar ke langit. Video itu diposting Haidar di jejaring Twitter miliknya @IraqiSecurity. Intinya, dia memberitahukan kabar belum terkonfirmasi ada kudeta di Istana. "BREAKING: Unconfirmed reports of a coup attempt in #Saudi as gunire is heard near the royal palace in Riyadh, the Saudi capital. King Salman reportedly moved to a safe bunker, reportedly at a nearby Air Force base. Ongoing situation," cuitnya.


Sebenarnya, antara peristiwa dengan waktu Haidar memposting video ini cukup lama yakni 6 jam. Tapi, selama itu pula pemerintah diam, sehingga kabar burung terbang ke sana ke mari. Haidar memposting video itu kemarin dini hari pukul dua malam.

Sontak, kabar itu geger di dunia maya. Banyak yang penasaran, tapi banyak juga yang percaya ada kup di Istana, mereka berdoa agar Raja Salman selamat dalam perlindungannya di dalam bunker. Salah satunya diungkapkan @ Tammygallant8. Dia menuding Yahudi sebagai pelakunya.

"King Abdullah was loved by Saudi citizens for his kindness. He did a major change on the country, and he upgraded the foundation and support wom rights. King Salman, he is the strongest person on Al Saud family, the jews couldn’t get him to cooperate so the jews had him killed," cuitnya.

Video tersebut kemudian ditafsirkan simpang siur. Ada yang menuding Yahudi pelakunya hingga menuding Rusia. Ada juga yang nyeleneh kalau rezim Raja Salman usai, justru negeri Timur Tengah akan damai. Seperti di Irak, Iran maupun di Suriah. Semakin heboh, ketika sejumlah media lokal justru mengabarkan di dalam Istana Saudi sedang terjadi pergolakan. Raja Salman bahkan sampai dikabarkan dilarikan ke dalam bunker yang ada di bahwa kompleks Istana.

Bukan tanpa sebab spekulasi menjadi begitu liar. Pasalnya, urusan dalam negeri Saudi memang sedang karut marut. Putra Mahkota, Pangeran Mohammed bin Salman sedang gencar melakukan reformasi hukum. Dia membentuk lembaga anti korupsi, memimpinnya dan menangkap belasan pangeran yang juga saudaranya. Salah satunya, Pangeran Al-Waleed bin Talal.

Tidak hanya itu, di tubuh militer juga terjadi bersih-bersih. Raja Salman mengganti Panglima Angkatan Bersenjata Jenderal Abdul Rahman bin Saleh al-Bunyan. Saudi juga menunjuk sejumlah pejabat politik baru, termasuk wakil menteri perburuhan dan pembangunan sosial, yang dijabat seorang perempuan, Tamadar binti Yousef al-Ramah. Penunjukan pejabat perempuan merupakan hal yang luar biasa langka di Arab Saudi yang ultra konservatif.

Tak mau hoaks makin liar, Kepolisian Arab Saudi akhirnya mengkonfirmasi soal itu. Tentu saja mereka menepisnya. Kepolisian menyatakan, suara tembakan di kompleks istana berasal dari senjata penjaga istana yang menghalau drone yang melintas.

Drone itu disebutkan berukuran mini dan digunakan untuk kepentingan rekreasi. Peristiwa penembakan drone hingga puluhan peluru terlontar itu sedang diinvestigasi Kepolisian Arab Saudi. "Investigasi mengenai peristiwa tersebut sedang berjalan," ujar kepolisian Arab Saudi.

Polisi Saudi juga menyatakan Raja Salman sedang tidak berada di dalam kompleks istana saat terjadi penembakan drone. "Raja ada di Diriya," demikian pernyataan resmi polisi Saudi seperti dikutip Reuters dari Saudi News Agency (SPA).

Indonesia juga turut mencari kebenaran info tersebut. Demi meyakinkan orang Indonesia, KBRI Riyadh memastikan kondisi di sana aman. "Informasi Lanjutan: Merujuk klarifikasi resmi dari situs SPA sebagaiman terlampir, bersama ini disampaikan bahwa keamanan dan aktivitas di Riyadh telah kembali normal dan kondusif," demikian pernyataan KBRI Riyadh melalui akun Twitter resmi pukul dua siang, kemarin. ***

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Skandal Hibah Daerah, KPK: Rp83 Triliun Rawan Bancakan

Senin, 20 April 2026 | 12:16

Spirit KAA 1955 Bukan Nostalgia tapi Agenda Ekonomi Global Selatan

Senin, 20 April 2026 | 12:05

Keresahan JK soal Ijazah Jokowi Mewakili Rakyat Indonesia

Senin, 20 April 2026 | 12:01

Lusa, Kloter Pertama Jemaah Haji RI Mendarat di Madinah

Senin, 20 April 2026 | 11:55

Harris Bongkar Peran Netanyahu di Balik Keputusan Perang Trump

Senin, 20 April 2026 | 11:43

Emas Antam Merosot, Ini Harga Terbarunya

Senin, 20 April 2026 | 11:27

Amanah Gandeng Kampus dan Pemda Bangun Ekosistem Pemuda

Senin, 20 April 2026 | 11:25

Tangkapan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Tembus 6,98 Ton

Senin, 20 April 2026 | 11:06

Wapres AS Kembali Pimpin Delegasi ke Islamabad untuk Negosiasi Iran

Senin, 20 April 2026 | 10:55

Iran Akui Kapalnya Dibajak AS, Ancam Serangan Balasan

Senin, 20 April 2026 | 10:34

Selengkapnya