Berita

Michael Bloomberg/BBC

Dunia

Michael Bloomberg Tawarkan USD 4,5 Untuk Tutupi Komitmen AS Dalam Kesepakatan Iklim Paris

SENIN, 23 APRIL 2018 | 08:28 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Mantan Walikota New York Michael Bloomberg mengatakan dia akan membayar USD 4,5 juta untuk menutupi komitmen keuangan Amerika Serikat yang tidak sesuai dengan kesepakatan iklim Paris.

Bloomberg mengatakan bahwa dia memiliki tanggung jawab untuk membantu memperbaiki lingkungan pasca keputusan Presiden Donald Trump untuk menarik diri dari kesepakatan Paris itu.

Penarikan ini diumumkan Juni tahun lalu dan memicu kecaman internasional. Dengan penarikan tersebut, maka Amerika Serikat menjadi satu-satunya negara yang tidak menjadi bagian dari kesepakatan Paris.


Kesepakatan Paris itu sendiri diteken di bawah pemerintahan Presiden Barack Obama dan mengikat Amerika Serikat serta 187 negara lain untuk menjaga kenaikan suhu global jauh di bawah 2C di atas tingkat pra-industri.

"Amerika membuat komitmen dan, sebagai orang Amerika, jika pemerintah tidak akan melakukannya maka kita semua memiliki tanggung jawab," kata Bloomberg seperti dimuat BBC.

"Saya bisa melakukannya. Jadi, ya, saya akan mengirimi mereka cek untuk uang yang dijanjikan Amerika kepada organisasi seolah-olah mereka mendapatkannya dari pemerintah federal," tambahnya.

Tahun lalu, badan amal milik Bloomberg yakni Bloomberg Philanthropies, menawarkan USD 15 juta untuk menutupi kekurangan perubahan iklim yang terpisah.

Uang tersebut akan digelontorkan kepada Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC). [mel]

Populer

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Lima Orang dari Blueray Cargo Ditangkap saat OTT Pejabat Bea Cukai

Kamis, 05 Februari 2026 | 15:41

Koordinator KKN UGM Tak Kenal Jokowi

Rabu, 04 Februari 2026 | 08:36

Eks Relawan: Jokowi Manusia Nggedabrus

Minggu, 01 Februari 2026 | 03:33

UPDATE

Presiden Prabowo Disarankan Tak Gandeng Gibran di Pilpres 2029

Rabu, 11 Februari 2026 | 13:52

Prabowo Ajak Taipan Bersatu dalam Semangat Indonesia Incorporated

Rabu, 11 Februari 2026 | 13:51

KPK Siap Hadapi Gugatan Praperadilan Mantan Menag Yaqut Cholil

Rabu, 11 Februari 2026 | 13:44

Perluasan Transjabodetabek ke Soetta Harus Berbasis Integrasi

Rabu, 11 Februari 2026 | 13:38

Persoalan Utama Polri Bukan Kelembagaan, tapi Perilaku dan Moral Aparat

Rabu, 11 Februari 2026 | 13:18

Pemerintah Disarankan Pertimbangkan Ulang Pengiriman Prajurit TNI ke Gaza

Rabu, 11 Februari 2026 | 13:00

Menkop Ajak Polri Ikut Sukseskan Kopdes Merah Putih

Rabu, 11 Februari 2026 | 12:01

Iran Sebut AS Tak Layak Pimpin Inisiatif Perdamaian Gaza

Rabu, 11 Februari 2026 | 11:53

MUI Tegaskan Tak Pernah Ajukan Permintaan Gedung ke Pemerintah

Rabu, 11 Februari 2026 | 11:43

Menkes Akui Belum Tahu Batas Penghasilan Desil Penerima BPJS

Rabu, 11 Februari 2026 | 11:32

Selengkapnya