Berita

Net

Politik

Gatot Nurmantyo Bisa Wujudkan Indonesia Bermartabat

MINGGU, 22 APRIL 2018 | 17:14 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

. Belum ada partai politik yang secara terbuka menyampaikan akan mengusung Gatot Nurmantyo sebagai calon presiden atau wakil presiden di Pilpres mendatang. Meski begitu, jumlah kelompok relawan pendukung mantan Panglima TNI itu terus bertambah.

Ada Relawan Selendang Putih Nusantara (RSPN), Gatot Nurmantyo untuk Rakyat (GNR), Militan GN, Relawan Jaringan Nasional Garda Depan (Jagad), dan Go-Sakti alias Gatot Nurmantyo Satukan Hati. Ketua Relawan Go-Sakti, Lutfhie Eddy S, menyampaikan alasan kenapa banyak pihak termasuk dirinya mendukung Gatot.

"Saat ini ekspektasi dan harapan masyarakat menginginkan sosok baru kepemimpinan nasional yang mampu menjawab tantangan kedepan. Dan GN adalah sosok yang paling tepat sesuai kebutuhan," kata melalui pesan elektronik yang diterima redaksi, Minggu (22/4).


Dikatakan dia, GN memahami geo politik dan ekonomi sekaligus sangat paham tentang proxy war berikut ancamanya yang sangat kompleks. Selain itu, sosok GN dibutuhkan karena dia pemimpin yang mampu mengayomi semua golongan, etnis, suku dan agama.

"Terlebih GN terbilang sangat mumpuni dan matang dilihat dari pengalaman memimpin sebuah organisasi dari jenjang terbawah hingga sukses menjadi Panglima TNI," kata Luthfie.

Luthfie mengungkapkan dirinya pernah berbincang dengan GN dan meyakini kapasitas GN sebagai the rising star yang bisa menjadi pemimpin besar RI. Dia juga menekankan tak sedikit yang yakin GN mampu memimpin Indonesia lebih bermartabat, khususnya dikaitkan dengan kebijakan pemerintah sekarang yang ditengarai pro asing dan aseng.

Luthfie menekankan secara konstitusional presiden 2019 harus diganti demi tegaknya demokrasi dan pembangunan nasional yang berkeadilan dan bermartabat. Segudang janji pemerintah sekarang di bawah Joko Widodo dinilainya tidak terealisasi. Misalnya, hutang luar negeri yang malah makin membengkak yang tentu akan semakin membebani ekonomi rakyat kedepan, target kemandirian pangan tapi dibarengi dengan kebijakan kontroversial impor beras, garam dan isu ekpansi tenaga kerja asing/TKA.

"Bersama GN kita akan memulai membangun jiwa dan raga bangsa Indonesia, sebelum membangun sektor lainya. Relawan Go-Sakti bergerak mandiri dengan memanfaatkan jaringan anggautanya di berbagai kalangan, profesional, intelektual, penggerak dan relawan militan," tukas Luthfie.[dem]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya