Berita

Foto: Net

Kesehatan

Rajin Deteksi Dini, Cara Terbaik Tanggulangi Kanker Serviks

SABTU, 21 APRIL 2018 | 23:34 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Deteksi dini terhadap gejala kanker serviks amat penting. Sebab, kanker jenis ini tidak memiliki gejala khusus.

Cara terbaik menanggulangi kanker serviks adalah deteksi dini melalui test papanicolaou atau lebih dikenal sebagai papsmear. Papsmear ini digunakan untuk mengidentifikasi infeksi virus Human Papillomavirus (HPV).

Begitu kata Dokter spesialis kandungan dari Siloam Yogyakarta, Danny Wiguna saat diskudi bertajuk “Edukasi Dini Cegah Kanker Serviks” di RS Siloam Yogyakarta, Sabtu (21/4).


Kata dia, ada 12 tipe HPV berisiko tinggi. Sebagian besar infeksi akan ditekan pertumbuhannya oleh sistem imun dalam 1 hingga 2 tahun, tanpa menyebabkan gejala kanker. Sementara itu, faktor risiko kanker serviks adalah kondisi yang meningkatkan kemungkinan terinfeksi HPV.

"Contohnya, pasangan seksual lebih dari satu, melakukan hubungan seks di usia muda, sistem imun tubuh yang lemah, merokok, mengkonsumsi obat-obatan diethylstilbestrol selama kehamilan, dan riwayat kanker pada organ reproduksi bagian bawah. Pemeriksaan ini sebaiknya dilakukan setiap 3 tahun sekali sejak usia 21 tahun," ujarnya sebagaimana keterangan tertulis yang diterima.
 
Dia menekankan, tidak ada batasan usia untuk deteksi dini karena insidensi terjadi kanker serviks meningkat sesuai dengan usianya. Risiko kanker ini juga dapat dimulai pada usia muda.

"Bahkan setelah menopouse, seorang wanita perlu melakukan pemeriksaan papsmear secara regular," imbuh Danny Wiguna.

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Siloam Hospitals Group mempersembahkan papsmear package (papsmear+konsultasi dokter specialis kandungan) senilai Rp 288.000 mulai Kamis (21/4). Paket ini meliputi keseluruhan proses deteksi dini kanker serviks. Adapun informasi lebih lanjut dan pendaftaran melalui 0274 4600-900. [ian]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya