Berita

Shinzo Abe/Net

Dunia

Korut Tangguhkan Uji Coba Nuklir, Jepang Skeptis

SABTU, 21 APRIL 2018 | 15:34 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Berbeda dari sikap pemimpin Korea Selatan dan Amerika Serikat yang menyambut baik langkah Korea Utara untuk menangguhkan tes nuklir dan balistik, Jepang justru menekankan pentingnya pendekatan dengan tekanan maksimum bagi Korea Utara pada Washington.

Jepang, Amerika Serikat, dan Korea Selatan diketahui merupakan trio yang gencar mendorong denuklirisasi menyeluruh di semenanjung Korea.

Setelah berbulan-bulan pembicaraan produktif dengan Seoul, Kim Jong-un mengumumkan penghentian uji coba rudal balistik nuklir dan antarbenua, mengatakan bahwa program pencegahan strategis Korea Utara telah mencapai tujuannya.


Korea Selatan dan Amerika Serikat mengapresiasi langkah Korea Utara tersebut, namun tidak dengan Jepang.

Jepang, bagaimanapun, sedikit lebih berhati-hati dengan penilaian atas perkembangan yang terjadi di semenanjung.

"Pengumuman ini adalah gerakan ke depan yang saya ingin sambut," kata Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe seperti dimuat Russia Today.

"Saya ingin menyambut langkah-langkah positif ini, tetapi saya ingin tahu apakah ini akan mengarah pada pembongkaran senjata nuklir, senjata pemusnah massal dan rudal yang lengkap, dapat diverifikasi dan tidak dapat diubah lagi," kata Abe.

"Saya ingin terus memantau perkembangannya," tekannya.

Menteri Pertahanan Jepang bahkan lebih skeptis dalam sambutannya.

"Kami tidak bisa puas," kata Menhan Jepang, Itsunori Onodera, dikutip Japan Times sambil mencatat bahwa Kim tidak menyebutkan pengabaian rudal balistik jarak pendek dan jarak menengah. [mel]

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Hadiri Penutupan Muktamar NU, Prabowo Dikalungi Sorban

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:17

Muktamar ke-35 NU: LAZISNU Bagikan Santunan Yatim dan Kacamata Gratis untuk Guru Ngaji

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:13

Tim Formatur PBNU Diberi Waktu Sebulan Susun Kepengurusan

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:07

Rupiah Lesu ke Rp17.754 per Dolar AS di Awal Pekan, Pasar Wait and See

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:57

Harga Emas Dunia Stabil Usai Anjlok Akibat Sinyal Suku Bunga The Fed

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:43

IHSG Pagi Tertekan, Tiga Saham Malah Melompat

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:28

Muslim Arbi Soroti Amandemen UUD 1945 dan Maraknya Politik Dinasti

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:14

Emas Antam Mandek di Rp2,6 Juta per Gram

Senin, 31 Agustus 2026 | 08:56

Kapolri Mutasi Sejumlah Pejabat Strategis, Dua Kapolda Berganti

Senin, 31 Agustus 2026 | 08:53

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih dari 3 Persen

Senin, 31 Agustus 2026 | 08:38

Selengkapnya