Berita

Moeldoko/Net

Politik

Pernyataan Moeldoko Bukti Istana Takut Dengan Kebangkitan Umat Islam

JUMAT, 20 APRIL 2018 | 09:28 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Sanggahan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko atas ceramah Wakil Koordinator Nasional Gerakan Indonesia Salat Subuh (GIS) Eggi Sudjana soal 'Presiden bikin rakyat miskin' di masjid dinilai tidak tepat.

Kordinator Komunitas Relawan Sadar (KORSA) Amirullah Hidayat mengatakan pernyataan Moeldoko yang menyayangkan masjid dipakai untuk politik adalah sebagai bentuk mengintervensi dan menakut-nakuti umat Islam dalam melaksanakan kegiatan di masjid.

Jelas Amirullah, Moeldoko harus paham tentang Islam. Fungsi masjid bukan hanya untuk tempat salat saja melainkan tempat membina umat termasuk membina dalam masalah politik yang sesuai ajaran Islam.


"Kami sarankan Moeldoko belajar kepada Wakapolri Komjen Pol. Syafruddin yang menyatakan bahwa tidak boleh ada yang mengatur-atur masjid. Bukan mengeluarkan pernyataan yang menakuti umat," terangnya, Jumat (20/4).

KORSA menilai apa yang disampaikan Eggi Sudjana dalam ceramahnya di Masjid Dzarratul Mauthmainnah, Tangerang Selatan, Minggu (15/4), adalah dalam rangka pembinaan umat terkait masalah politik kebangsaan.

"Dengan demikian, statemen Moeldoko menunjukkan bahwa Presiden Jokowi dan jajaran pemerintahannya takut dengan perkembangan terjadi saat ini di Indonesia, dimana umat beragama khususnya umat Islam telah bangkit dari tidur panjangnya dalam hal politik. Terbukti saat ini terjadi gerakan masif #2019GantiPresiden," ujar Amirullah.

Oleh karena itu, pihaknya mengingatkan supaya Istana khususnya Moeldoko untuk tidak ikut campur dalam kegiatan umat Islam di masjid. Karena itu adalah hak azasi manusia paling hakiki setiap umat beragama.

"Dan selaku mantan relawan Jokowi, kami siap menghadapi bila intervensi terus dilakukan," tegas Amirullah Hidayat. [rus]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Langkah Polri Bongkar Kasus Dugaan Korupsi Kejagung Tuai Apresiasi

Kamis, 09 Juli 2026 | 03:59

UPDATE

Jadi Tersangka Tanpa Diperiksa, Pakar: Bertentangan dengan Konstitusi

Sabtu, 18 Juli 2026 | 16:18

BPKH Harus Diperkuat demi Jaga Keberlanjutan Keuangan Haji

Sabtu, 18 Juli 2026 | 16:12

Maroko dan Prancis Perkuat Kemitraan, 11 Perjanjian Baru Disepakati

Sabtu, 18 Juli 2026 | 16:02

Halaqah Pra-Muktamar Bahas Arah Kepemimpinan NU di Abad Kedua

Sabtu, 18 Juli 2026 | 15:02

Catatan Akhir Pekan Saham MD Entertainment: Terkoreksi, tapi Magnetnya Belum Pudar

Sabtu, 18 Juli 2026 | 15:00

Cara Nonton Final Piala Dunia 2026, Spanyol Vs Argentina

Sabtu, 18 Juli 2026 | 14:49

Nelayan Pulau Panggang Kesulitan BBM

Sabtu, 18 Juli 2026 | 14:45

China dan RI Perkuat Kerja Sama Ekonomi, Airlangga: KEK Batang Jadi Fokus Investasi

Sabtu, 18 Juli 2026 | 14:30

Sektor Teknologi dan Energi Topang Reli Indeks Kompas100 Sepekan

Sabtu, 18 Juli 2026 | 14:14

Enam Titik Penginapan Siap Tampung Ribuan Peserta Muktamar NU

Sabtu, 18 Juli 2026 | 14:01

Selengkapnya